Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kades Buncitan Sidoarjo Tewas Janggal, Fakta-faktanya Bikin Merinding

Kades Buncitan Sidoarjo Tewas Janggal, Fakta-faktanya Bikin Merinding
Ilustrasi bunuh diri (IDN Times)
Intinya Sih
  • Kepala Desa Buncitan, M, ditemukan tewas di ruang kerjanya dengan kondisi leher terikat selang air, menimbulkan dugaan kematian tidak wajar.
  • Rekaman CCTV menunjukkan aktivitas korban sebelum kejadian, termasuk mengambil dan memotong selang, tanpa ada tanda kekerasan fisik berdasarkan hasil autopsi.
  • Penyelidikan menemukan riwayat pencarian soal bunuh diri dan masalah utang ratusan juta rupiah yang diduga membebani korban sebelum meninggal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sidoarjo, IDN Times - Kematian Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo berinisial M menyisakan sejumlah fakta yang terungkap dari hasil penyelidikan polisi. Korban ditemukan tak bernyawa di ruang kerjanya di balai desa pada Minggu (3/5/2026) sore, dengan kondisi yang dinilai tidak wajar.

Berikut rangkuman fakta-fakta yang berhasil dihimpun dari penyelidikan aparat kepolisian:

1. Ditemukan dalam posisi janggal di ruang kerja

Korban pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan berinisial MK sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, saksi datang untuk menjalankan rutinitas harian dan melihat sepeda motor korban terparkir di depan ruang kepala desa.

Merasa curiga karena pintu terbuka dan lampu mati, saksi mengecek ke dalam ruangan. Korban terlihat duduk di sofa seperti tertidur. Namun setelah lampu dinyalakan, korban diketahui sudah dalam kondisi kaku dan tidak bergerak.

Korban ditemukan dengan leher terikat selang air berwarna biru yang tersambung ke teralis jendela tepat di atas posisi sofa.

2. Kronologi terekam CCTV

Polisi mengungkap aktivitas korban sebelum kejadian melalui rekaman CCTV. Korban datang ke balai desa sekitar pukul 10.52 WIB. Selang satu menit, ia masuk ke kamar mandi masih mengenakan jaket dan helm.

Sekitar pukul 11.06 WIB, korban terlihat mondar-mandir, mengambil selang, lalu memotongnya. Aktivitas ini terekam jelas dalam kamera pengawas.

Pada pukul 12.52 WIB, korban keluar dari kamar mandi mengenakan kaos kuning, kemudian masuk ke ruang kerjanya dua menit kemudian. Setelah itu, tidak ada aktivitas lain hingga korban ditemukan.

3. Tidak ditemukan tanda kekerasan

Hasil visum dan autopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara Porong menunjukkan tidak adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

Meski demikian, ditemukan luka jerat di leher dengan pola melintang dari sisi kanan ke kiri sepanjang sekitar 40 cm dan mengarah ke atas. Selain itu, terdapat resapan darah pada otot leher serta patah tulang saluran napas di sisi kiri.

Waktu kematian diperkirakan terjadi antara tiga hingga delapan jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

4. Ditemukan cairan sperma

Dalam pemeriksaan medis, polisi juga menemukan adanya cairan sperma pada kemaluan korban. Temuan ini menjadi salah satu bagian dari analisis forensik yang disandingkan dengan bukti lain, termasuk hasil olah TKP dan rekaman CCTV.

5. Riwayat pencarian soal bunuh diri

Dari pemeriksaan ponsel korban, polisi menemukan riwayat pencarian terkait cara mengakhiri hidup. Di antaranya teknik simpul tali, jeratan leher, hingga pertanyaan seputar kematian. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa korban telah merencanakan tindakannya.

6. Diduga terbebani masalah utang

Polisi juga mengungkap adanya persoalan finansial yang diduga membebani korban. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban memiliki utang sekitar Rp270 juta terkait transaksi jual beli tanah yang jatuh tempo pada 26 Mei 2026.

Selain itu, korban juga memiliki pinjaman sekitar Rp100 juta kepada salah satu Ketua RW setempat.

Meski sejumlah fakta telah terungkap, polisi menegaskan penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Polisi menyebut seluruh temuan akan dianalisis secara komprehensif sebelum menyimpulkan penyebab akhir kematian.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More