Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kata Maaf dari PLN saat Surabaya Gelap
Ilustrasi pemadaman listrik sementara. (Shutterstock) (Jika gambarnya kamu dapat dari Google, tulis sumbernya. Kalau foto pribadi, tulis: Dok. Pribadi)
  • PLN UID Jawa Timur menjelaskan pemadaman bergilir di Surabaya dan Sidoarjo terjadi akibat kendala teknis serta gangguan pada dua unit pembangkit besar yang menurunkan pasokan listrik.
  • Manajemen beban dilakukan secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Jawa agar tetap stabil meski ada penurunan kapasitas pembangkit.
  • PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan memastikan pemadaman bersifat sementara, dengan upaya percepatan pemulihan serta pengaturan operasi sistem terus dilakukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemadaman bergilir terjadi di sejumlah wilayah di Surabaya dan Sidoarjo, Jumat (19/6/2026). Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengungkap penyebab pemadam bergilir ini.

Diketahui terjadi di wilayah Semolowaru, Jambangan, Genteng, Mojo, Kaliwaron, dan beberapa wilayah lainnya.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari mengatakan, menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi dan terkendali secara baik. Namun demikian, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

"Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik," ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Dana menyatakan, PLN terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada pelanggan.

"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," pungkas dia.

Editorial Team

Related Article