Surabaya, IDN Times - Sejumlah rumah yang berada di kampung Taman Pelangi Jalan Ahmad Yani Surabaya telah rata dengan tanah. Kampung tersebut bakal disulap menjadi flyover untuk mengurai kemacetan di bundaran Jalan Ahmad Yani.
Pantauan IDN Times, Rabu (21/1/2026) rumah-rumah di kampung tersebut sudah rata dengan tanah. Hanya sisa satu bangunan berdiri di antara puing-puing bangunan sebelumnya.
Nampak alat berat, bego excavator berjaga tengah bekerja di lahan tersebut. Selain itu, ada juga mobil pikap pengangkut sisa-sisa bangunan yang juga tengah bekerja.
Kampung tersebut juga nampak sepi. Hanya ada beberapa orang yang bekerja merapikan sisa-sisa bangunan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Iman Krestian mengatakan, pihaknya tak membongkar semua bangunan di kampung tersebut. Ia menyisahkan satu bangunan sebagai gudang penyimpanan material.
"Itu disisain buat direksi keet dan gudang satgas. Bisa dibongkar juga sebenarnya," kata Iman Rabu (21/1/2026).
Terpisah, sebelumnya Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, proyek flyover Taman Pelangi telah masuk perencanaan Kementerian PU dan akan dikerjakan secara bertahap pada 2026 hingga 2027 dengan nilai anggaran sekitar Rp350–400 miliar. “Insyaallah kemarin Kementerian PU sudah merencanakan. Segera dilakukan survei dan pelaksanaannya tahun ini sampai 2027 karena anggarannya cukup besar,” jelasnya.
Selain mengurai kemacetan, pembongkaran bangunan ini juga menjadi bagian penting dari percepatan penanganan banjir di kawasan selatan Surabaya. Selama ini, saluran air di titik tersebut tidak berfungsi optimal karena terputus bangunan liar. “Saluran yang ada selama ini tidak bisa los, patah dan menghambat laju air. Saya minta Dinas PU memperbesar saluran supaya aliran air lancar,” kata Eri.
Ia menjelaskan, dengan dibukanya kawasan Taman Pelangi, saluran Kebun Agung akan terkoneksi langsung dengan Injoko dan Gayungsari. Sistem ini akan diperkuat dengan sejumlah rumah pompa, termasuk di Jalan Ahmad Yani, Rungkut Menanggal Harapan, serta kawasan Ketintang dan Kebonsari. “Air dari Ketintang Baru tidak lagi lewat Ahmad Yani menuju Wonorejo, tapi dibalik langsung masuk saluran menuju Kali Surabaya. Ini untuk mengurangi beban banjir di kawasan selatan,” terangnya.
Pemkot Surabaya akan menyampaikan kesiapan lahan kepada Kementerian PU agar proses lelang dan pekerjaan fisik bisa segera dimulai. “Mudah-mudahan akhir triwulan pertama atau triwulan kedua sudah mulai ada proses pekerjaan. Ini simpul kemacetan paling parah di Surabaya, sekaligus simpul banjir,” tegasnya.
Terkait desain, Eri memastikan perencanaan teknis telah dibahas sejak tahun lalu bersama Kementerian PU. Proyek tersebut direncanakan memiliki dua setengah lajur dan dikerjakan dengan skema multiyears hingga awal 2027. “DED sudah dibahas, sekarang masuk proses perencanaan detail dan pelelangan. Harapannya bisa cepat agar kemacetan dan banjir di titik Taman Pelangi bisa segera teratasi,” pungkas Eri.
