Madiun, IDN Times – Perjalanan pulang rombongan takziah di Kabupaten Madiun berakhir tragis. Sebuah minibus Toyota Avanza yang mengangkut tujuh orang terjun ke jurang sedalam sekitar 25 meter di kawasan Tanjakan Seprahu, Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Rabu (22/7/2026) malam. Satu penumpang meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka.
Mobil Rombongan Takziah Terjun ke Jurang di Madiun, 1 Tewas

1. Diduga hilang kendali saat melintasi turunan dan tikungan tajam
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di ruas jalan Dagangan–Segulung. Minibus Toyota Avanza bernomor polisi AE 1627 GW yang dikemudikan Yatim melaju dari arah timur ke barat.
Saat memasuki jalur menurun yang disertai tikungan tajam ke kanan di kawasan Tanjakan Seprahu, kendaraan diduga hilang kendali hingga keluar badan jalan dan terjun ke jurang sedalam kurang lebih 25 meter.
"Pengemudi diduga kurang konsentrasi saat mengemudikan kendaraan sehingga kendaraan hilang kendali dan jatuh ke jurang," kata Kapolsek Dagangan AKP Eko Hari, Kamis (23/7/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan rombongan tersebut baru saja menghadiri takziah. Sejumlah warga juga menduga sopir belum menguasai karakter jalan di lokasi karena mengikuti petunjuk aplikasi navigasi menuju tujuan.
2. Satu penumpang meninggal, enam lainnya dirawat di rumah sakit
Akibat kecelakaan tersebut, Suwarno, warga Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban diduga mengalami benturan keras saat kendaraan menghantam dasar jurang.
Sementara itu, enam korban lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dilarikan ke RSUD Dolopo untuk mendapatkan perawatan medis.
Korban terdiri atas pengemudi Yatim yang mengalami luka berat, serta Mufadana Artha Miyazi, Pujiono, Anik Andarwati, Linda Retnaning Tyas, dan Fitri yang mengalami luka ringan.
3. Evakuasi berlangsung dramatis hingga malam hari
Proses penyelamatan berlangsung cukup sulit karena posisi kendaraan berada di dasar jurang dengan medan yang curam. Petugas gabungan dari kepolisian bersama warga harus mengevakuasi para korban satu per satu sebelum akhirnya kendaraan dapat diangkat menggunakan mobil derek sekitar pukul 22.00 WIB.
Minibus mengalami kerusakan berat hampir di seluruh bagian bodi. Polisi memperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp50 juta.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga dipicu kurangnya konsentrasi pengemudi saat melintasi jalur yang menurun dan berkelok, meski dugaan lain terkait penguasaan medan jalan juga masih didalami.