Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok di Ngawi Melonjak

Ngawi, IDN Times – Menjelang bulan suci Ramadan, harga berbagai kebutuhan pokok di pasar tradisional Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan. Mulai dari daging ayam, telur, cabai, bawang merah, hingga minyak goreng curah, semuanya menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini pun dikeluhkan baik oleh pedagang maupun pembeli.
1. Kenaikan tertinggi pada cabai rawit

Di Pasar Bebar Ngawi, sejumlah pedagang mencatat lonjakan harga yang cukup tajam. Harga daging ayam yang sebelumnya berada di angka Rp34 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp36 ribu dan diprediksi bisa mencapai Rp40 ribu per kilogram saat Ramadan tiba.
Telur ayam juga mengalami kenaikan signifikan, dari Rp25 ribu per kilogram menjadi Rp28.500. Namun, lonjakan harga paling drastis terjadi pada cabai rawit. Setelah sempat turun ke Rp65 ribu per kilogram, kini harganya kembali melejit hingga Rp80 ribu per kilogram.
Bawang merah turut mengalami kenaikan dari Rp24 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram.Sementara itu, harga minyak goreng curah yang sebelumnya Rp16 ribu per kilogram kini mencapai Rp19.500, meskipun harga minyak kemasan relatif stabil, tetap berada di level tinggi.
2. Pedagang dan pembeli mengaku pasrah

Para pedagang mengaku kenaikan harga ini sudah terjadi selama tiga hari terakhir dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga Ramadan. Siti Nur, seorang pedagang daging ayam di Pasar Bebar, menyatakan bahwa kenaikan harga daging ayam terjadi secara bertahap dan kemungkinan besar akan terus naik.
Hal serupa diungkapkan oleh Bagus Widyantoro, pedagang bahan pokok lainnya. Ia mengungkapkan bahwa lonjakan harga cabai, bawang merah, dan telur cukup memberatkan baik bagi pedagang maupun pembeli. “Cabai sekarang sudah Rp80.000 per kilogram, bawang merah Rp32 ribu, dan telur Rp28.500. Minyak goreng curah juga masih mahal,” ujarnya.
3. Tradisi jelang bulan suci

Di sisi lain, para pembeli pun semakin selektif dalam berbelanja agar pengeluaran tetap terkendali. Meski begitu, baik pedagang maupun konsumen hanya bisa pasrah, mengingat kenaikan harga seperti ini memang kerap terjadi menjelang bulan suci Ramadan.


















