Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jatim Latih Mitigasi Bencana dan EWS Ramah Difabel
Acara peluncuran ULD PBD Jatim di Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Surabaya, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) terus melakukan berbagai upaya mitigasi bencana, dengan fokus khusus pada kelompok difabel.

Sebagai bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam penanggulangan bencana yang menyeluruh, BPBD Jatim meluncurkan program Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana Daerah (ULD-PBD). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan keamanan difabel dalam menghadapi bencana.

1. Unit layanan bencana khusus difabel sangat penting

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto (kiri). (IDN Times/Ardiansyah Fajar)

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto menekankan, pentingnya pembentukan ULD-PBD. Menurutnya, kebencanaan tidak mengenal batas usia atau kategori, sehingga semua pihak, termasuk difabel, dapat terdampak.

"Yang terdampak itu bukan hanya kita masyarakat normal, tetapi juga teman-teman difabel," ujarnya saat acara peluncuran ULD-PBD di Hotel Movenpick Surabaya, Selasa (25/6/2024).

2. Beri pelatihan kebencanaan untuk para difabel

Peluncuran ULD PBD Jatim di Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Gatot menjelaskan bahwa ULD-PBD akan melibatkan komunitas difabel, yang akan diberikan pelatihan kebencanaan agar mereka dapat mengevakuasi diri sesuai prosedur saat terjadi bencana.

"Untuk mengantisipasi dampak tersebut, teman-teman difabel harus difasilitasi dengan layanan pelatihan, perbaikan fasilitas, dan sebagainya. Inilah tugas dari ULD ke depannya," katanya.

Gatot juga menyoroti pentingnya pembaruan fasilitas, terutama sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) yang ramah difabel. Program ini akan dikaji dan dikembangkan oleh ULD-PBD untuk memastikan sistem tersebut efektif bagi difabel.

"Kami akan melanjutkan kegiatan berupa pengembangan fasilitas EWS. Selama ini EWS yang ada hanya fokus untuk masyarakat umum, bagaimana kita memperkenalkan EWS ini ke kelompok disabilitas," ungkapnya.

3. Kaji EWS yang ramah difabel

Acara peluncuran ULD PBD Jatim di Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Gatot juga menambahkan bahwa masukan dari komunitas difabel sangat penting untuk menentukan jenis alat yang sesuai, baik untuk potensi banjir bagi tunanetra atau potensi tsunami bagi tunarungu.

"Jenisnya kan berbeda, inilah yang kita minta masukan dari teman-teman, alatnya seperti apa. Misalnya, jika banjir untuk tunanetra apa alatnya, dan juga potensi tsunami untuk tunarungu bagaimana," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article