Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) merespons maraknya ajakan mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang yang beredar di media sosial. Pemprov menegaskan masyarakat diminta tetap mengibarkan Merah Putih secara penuh sesuai ketentuan dan tidak terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, Eddy Supriyanto mengatakan, pemerintah telah bergerak cepat dengan mengoordinasikan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk menyampaikan imbauan tersebut kepada masyarakat.
"Kami tadi pagi sudah rapat dengan seluruh kabupaten/kota untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tetap mengibarkan bendera secara penuh," kata Eddy, Selasa (4/8/2026).
Menurut Eddy, ajakan mengibarkan bendera setengah tiang diduga berasal dari kelompok tertentu yang memanfaatkan media sosial untuk membangun narasi yang berpotensi memicu keresahan publik.
"Ada kelompok-kelompok masyarakat yang mungkin menyampaikan rasa keprihatinan dan sebagainya. Tetapi itu harus kita antisipasi," ungkapnya.
Meski demikian, Eddy menegaskan kondisi keamanan di Jatim hingga saat ini tetap aman dan kondusif. Pemerintah bersama Forkopimda, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan terus memantau perkembangan situasi.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas. "Pemerintah akan merespons secara profesional. Masyarakat jangan terprovokasi oleh informasi-informasi hoaks yang beredar di media sosial. Jawa Timur tetap aman, nyaman, dan kondusif," tegasnya.
Eddy menambahkan, pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menindak berbagai konten hoaks yang beredar di dunia maya. Dari hasil pemantauan, laporan konten bermasalah dari Jatim bahkan pernah mencapai ribuan unggahan untuk ditindaklanjuti pemerintah pusat.
"Kami mengajak masyarakat tetap tenang, menjaga persatuan, dan mengibarkan Merah Putih sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya.
