Jalur Malang-Kediri Terputus Akibat Tebing Setinggi 30 Meter Longsor

- Jalur Malang-Kediri terputus akibat longsor di Dusun Talasan, Desa Suko Mulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang
- BPBD Kabupaten Malang menjelaskan kronologi terputusnya jalur dan masih berusaha melakukan pembersihan dengan alat berat
- Masyarakat diminta tetap waspada pada potensi longsor karena musim hujan dan cuaca ekstrem diperkirakan masih sampai Februari 2026
1. BPBD Kabupaten Malang menjelaskan kronologi terputusnya jalur Malang-Kediri

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menceritakan jika kejadian ini terjadi pada Kamis (15/1/2026) pukul 16.00 WIB. Awalnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Pujon dan sekitarnya, ini menyebabkan tebing setinggi 30 meter, lebar 10 meter, dan ketebatan 3 meter mengalami longsor.
"Meterial ini menutup sebagian jalur Provinsi Malang-Kediri. Menyebabkan kendaraan roda 4 tidak bisa melintasi jalan ini. Sementara kendaraan roda 2 masih bisa melintas, tapi dengan sistem buka tutup," terangnya.
Usai mendapatkan laporan ini, BPBD Kabupaten Malang langsung datang ke lokasi untuk melihat dampak longsor ini. Kemudian menentukan langkah apa untuk membersihkan material longsor berupa tanah lumpur dan kayu.
2. BPBD Kabupaten Malang masih berusaha melakukan pembersihan

Sadono menyampaikan jika pihaknya telah melakukan kajian cepat untuk penanganan longsor ini. Pihaknya kini masih berusaha membersihkan material longsor agar jalan bisa kembali normal.
"Alat berat sudah tiba di lokasi sehingga upaya pembersihan bisa berjalan lebih cepat. Tapi situasi di sini masih hujan ringan, sehingga tetap harus waspada pada potensi longsor susulan," tegasnya.
3. Musim hujan belum reda, masyarakat diminta tetap waspada pada potensi longsor

Lebih lanjut, Sadono menyampaikan jika saat ini di wilayah Kabupaten Malang masih sering terjadi hujan lebat. Sehingga masyarakat diminta waspada jika melintasi jalan dengan tebing di kanan atau kirinya, pasalnya potensi bencana tanah longsor bisa terjadi sewaktu-waktu.
"Karena musim hujan dan cuaca ekstrem diperkirakan masih sampai Februari 2026, masyarakat diimbau tetap waspada. Karena potensi bencana hidrometeorologi masih bisa terjadi kapan saja," pungkasnya.


















