Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Jagung Anjlok, Petani Magetan Menjerit

Harga Jagung Anjlok, Petani Magetan Menjerit
Petani di desa Pragak Kecamatan Parang tengah memanen jagung. IDN Times/ Riyanto.
Share Article

Magetan, IDN Times – Para petani jagung di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengaku kecewa. Pasalnya, di tengah panen raya, harga jagung justru anjlok. Dari sebelumnya Rp5.000 per kilogram. Hari ini Senin (7/10/2024) kini harga tinggal Rp4.500, jauh dari kata menguntungkan bagi petani. Kondisi ini tidak sebanding dengan biaya produksi yang mereka keluarkan.

1. Harga Terus Menurun

Petani di desa Pragak Kecamatan Parang tengah memanen jagung. IDN Times/ Riyanto.
Petani di desa Pragak Kecamatan Parang tengah memanen jagung. IDN Times/ Riyanto.

Samin (55), petani asal Desa Pragak, Kecamatan Parang, mengungkapkan bahwa penurunan harga sudah terjadi sejak awal panen. Sebelum panen, harga jagung masih bertahan di Rp5.000 per kilogram, namun saat panen tiba, harga justru turun menjadi Rp4.500.

"Turun 100 rupiah setiap hari, sekarang tinggal Rp4.500 per kilogram. Harga segitu tidak sebanding dengan biaya produksi, terutama untuk beli air," keluh Samin.

Ia menjelaskan bahwa tingginya biaya tersebut salah satunya disebabkan oleh air dari Waduk Gonggang yang berhenti mengalir, sehingga petani terpaksa mengandalkan pompa air sumur.

"Padahal mau Pilkada, tapi harga komoditas pertanian malah turun. Kasihan petani kalau cuma dijadikan alat politik," tambahnya.

Samin berharap pemerintah hadir dan melindungi petani agar tidak menjadi korban permainan harga oleh tengkulak.

2. Petani Merugi, Harga di Bawah Rp5.000

Petani di desa Pragak Kecamatan Parang tengah memanen jagung. IDN Times/ Riyanto.
Petani di desa Pragak Kecamatan Parang tengah memanen jagung. IDN Times/ Riyanto.

Rohman, petani asal Desa Bajarpanjang, Kecamatan Ngariboyo, juga merasakan dampak penurunan harga yang signifikan. Menurutnya, harga jagung di bawah Rp5.000 membuat petani sulit mendapatkan keuntungan.

"Berat sekali bagi petani. Tahun lalu harga jagung masih tembus Rp6.000, sekarang malah jatuh jauh. Kalau di bawah Rp5.000, jelas rugi," ungkap Rohman.

Ia menjelaskan bahwa harga Rp4.500 per kilogram tidak cukup untuk mengembalikam biaya produksi yang semakin tinggi, mulai dari biaya pengolahan lahan, pupuk, obat-obatan, hingga pembelian air yang menjadi kebutuhan paling besar.

3. Harapan Petani

Petani di desa Pragak Kecamatan Parang tengah memanen jagung. IDN Times/ Riyanto.
Petani di desa Pragak Kecamatan Parang tengah memanen jagung. IDN Times/ Riyanto.

Para petani di Magetan berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini. Mereka merasa perlindungan terhadap petani sangat dibutuhkan, terutama di masa-masa krusial seperti panen raya. "Jika tidak, kami khawatir kondisi ini akan semakin memperburuk kesejahteraan petani dan menjadikan kami semakin terpuruk," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Riyanto
EditorRiyanto

Latest News Jawa Timur

See More

13 Demonstran #IndonesiaSekarat Dibebaskan, Tapi Wajib Lapor

28 Jun 2026, 20:32 WIBNews