Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Bawang Merah di Kota Malang Merangkak Naik Akibat Kemarau

Harga Bawang Merah di Kota Malang Merangkak Naik Akibat Kemarau
Ilustrasi bawang merah. (IDN Times/Trio Hamdani)
Share Article

Malang, IDN Times - Warga Kota Malang mulai was-was melihat stok bawang merah yang mulai menipis. Hal ini disebabkan karena musim kemarau yang mulai melanda berbagai wilayah di Indonesia, sehingga produksi bawang merah menurun.

Hak ini menyebabkan harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang naik. Padahal permintaan bawang merah di Kota Malang masih tinggi.

1. Harga bawang merah di Kota Malang

Ilustrasi petani bawang merah. (IDN Times/Daruwaskita)
Ilustrasi petani bawang merah. (IDN Times/Daruwaskita)

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat membenarkan jika di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang terjadi kenaikan harga bawang merah. Kenaikan ini mulai dari seribu rupiah hingga 2 ribu rupiah, terpantau harga bawang merah kini menyentuh angka Rp35 ribu per kilogram.

"Bawang merah sekarang agak sulit, langka. Karena musim kemarau ini panas, jadi stok dari petani juga menurun, padahal minta masyarakat pasa bawang merah masih tinggi," terangnya saat dikonfirmasi pada Selasa (21/5/2024).

Wahyu mengatakan jika Kota Malang biasanya mendapatkan stok bawang merah dari Kabupaten Probolinggo. Mereka biasanya menyuplai 10 ton bawang merah, tapi sekarang berkurang akibat cuaca kemarau.

2. Pemkot Malang akan perkuat kerja sama dengan Pemkab Probolinggo

PJ Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
PJ Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Untuk mengatasi kelangkaan bawang merah di Kota Malang, Wahyu mengatakan jika pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Sehingga Pemkab Probolinggo bisa menyediakan bawang merah lebih banyak untuk wilayah Kota Malang.

"Bawang merah dari Probolinggo itu nanti kita jual dengan harga murah di sini, agar nanti harga bawang merah kita jadi terkendali. Jadi bawang merah ini tidak hanya di kota Malang saja yang mengalami kelangkaan, tapi ada beberapa daerah lain juga mengalami hal yang sama," bebernya.

3. Daya beli masyarakat tidak turun

Ilustrasi bawang merah. (pixabay/klimkin)
Ilustrasi bawang merah. (pixabay/klimkin)

Meskipun harga bawang merah naik, ternyata ini tak membuat daya beli masyarakat menurun. Hal ini dikarenakan tingkat inflasi di Kota Malang masih di bawah rata-rata provinsi maupun nasional.

"Daya beli masyarakat turun itu biasanya karena inflasi tinggi, tapi untungnya inflasi kita terkendali. Oleh karena itu, kita kondisikan situasi ini supaya masyarakat bisa membeli bahan pokok," tandasnya.

Diketahui jika tingkat inflasi di Kota Malang saat ini di angka 2,08 persen. Sementara tingkat inflasi di Jawa Timur per Februari 2024 mencapai 2,81 persen. Dan tingkat inflasi nasional per Maret 2024 mencapai 2,5 persen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News Jawa Timur

See More

29.869 Murid Lolos SPMB SMA Jatim, Jalur SMK Masih Dibuka

28 Jun 2026, 09:48 WIBNews