Yuyun dan Paitun, jemaah haji tertua di Kabupaten Malang pada 2024. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Paitun diketahui mepakan perempuan kelahiran 9 Agustus 1932, saat ini ia berusia 92 tahun. Meskipun usianya hampir 1 abad, ia masih mampu berjalan sendiri. Tapi ia memiliki masalah pada pendengaran, sehingga haris dipandu keponakannya saat diajak berbicara.
"Kalau usia beliau tercatat di KTP ya 92 tahun, tapi bisa jadi lebih karena yang tercatat di Dukcapil tidak akurat. Pas lahir tidak dicatat, karena beliau lahir kan sebelum Indonesia merdeka," terang keponakan Paitun, Yuyun Maslahah pada Senin (13/5/2024).
Yuyun mengatakan jika Paitun mendaftar sebagai jemaah haji pada 2018 setelah mendapat masukan dari tetangganya. Ia menggunakan hasil warisan keluarganya untuk membiayai pendaftaran haji. Pihak keluarga juga tidak ada yang menghalangi rencana Paitun karena ini merupakan niat baik juga. Ia akhirnya terdaftar di kloter 26 yang berangkat dari embarkasi Juanda, Surabaya.
"Keluarga bahkan tidak ada yang tahu waktu mendaftar, beliau daftar dibantu tetangga di KBIH Al Rifa'i. Kita baru dikabari setelah mendaftar, ya kita dukung saja karena menyempurnakan rukun Islam," jelasnya.