Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Foto Viral Santriwati Magetan Bawa Senjata, Ini Penilaian Polisi
AKBP Muhammad Ridwan, Kapolres Magetan/ IND Times/ Riyanto

Magetan, IDN Times - Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Ridwan angkat bicara soal foto viral santriwati menenteng senjata laras panjang di Magetan. Ridwan mengatakan mengaku jajarannya sudah ke Ponpes Baitul Quran Al Jahra di Keluruhan Tawanganom untuk memastikan kebenaran dan tujuan terkait foto tersebut.

1. Ponpes berdalih foto tersebut dalam rangka MPLS

Instagram islah_bahrawi/ IND Times Istimewa

Ridwan mengungkapkan pihaknya sudah mengonfirmasi ke Ponpes tersebut. Pihak ponpes mengakui jika foto itu merupakan santriwati mereka. Namun, yang dibawa bukanlan senjata api asli melainkan airsoft gun.

"Mereka mengambil foto itu dalam rangka masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) atau masa orientasi siswa. Saat itu ada sebuah perusahaan yang digandeng pihak sekolah untuk melakukan simulasi tersebut," katanya, Senin (31/07/2023).

2. Melanggar Perpol nomer 5 tahun 2018

Isntagram islah_bahrawi. IDN Times/ Istimewa

Menurutnya, yang menenteng laras panjang airsoft gun tidak semua siswa. Melainkan hanya beberapa santriwati saja. Pihak sekolah mengaku belum mengetahui terkait Peraturan Kepolisian Nomor 5 tahun 2018 tentang Pengawasan dan Pengendalian Replika Senjata jenis Airsoft Gun dan Paintball.

"Bahwa di aturan tersebut ada batas minimal bahwa yang boleh menggunakan air soft gun itu berusia 17 tahun dan maksimal 65 tahun. Sementara di lembaga pendidikan itu yang MPLS kan kelas 7 dan kelas 10 yang belum cukup umur," tegasnya.

3. Polisi minta kegiatan tersebut tidak dilanjutkan

AKBP Muhammad Ridwan, Kapolres Magetan/ IND Times/ Riyanto

Kapolres meminta lembaga pendidikan tersebut segera mengkaji ulang ekstrakurikuler tersebut. Sehingga, tidak ada pelanggaran terhadap regulasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Sementara itu pihak Kementrian Agama (Kemenag) Magetan saat dikonfirmasi masih enggan memberikan keterangan, pihaknya saat ini masih melakukan koordinasi dengan pihak ponpes. Hasilnya nanti akan disampaikan lebih lanjut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article