Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Elektabilitas Khofifah - Emil di Atas 50 Persen, Pesaing Susah Ngejar
Direktur ARCI, Baihaki Sirajt saat rilis survei Pilgub Jatim 2024. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Surabaya, IDN Times - Bakal Calon Gubernur - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak elektabilitasnya terus menguat. Padahal mulai muncul nama bakal kandidat lain, yakni KH Marzuqi Mustamar - Tri Rismaharini.

Menguatnya nama Khofifah - Emil ini diungkap oleh lembaga survei, Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI) dalam rilis terbarunya. Dalam simulasi Cagub Jatim delapan nama, elektabilitas Khofifah di angka 49,7 persen, Risma 13,4 persen, KH Marzuqi Mustamar 10,6 persen.

Kemudian Azwar Anas 5,2 persen, Ahmad Fauzi 4,5 persen, Pramono Anung 2,1 persen, M Nur Airifn 0,9 persen, Anggia Ermarini 0,5 persen. Sementara sebanyak 13,1 persen responden belum menentukan pilihannya.

Lebih lanjut, survei ARCI dikerucutkan dalam simulasi lima nama Cagub Jatim, elektabilitas Khofifah menguat di angka 51,4 persen, Risma 16,2 persen, KH Marzuqi 9,8 persen, Azwar Anas 4,7 persen, Pramono Anung 3,2 persen. Sebanyak 14,7 persen responden belum menentukan.

Lalu saat dikerucutkan simulasi tiga nama Cagub Jatim, elektabilitas Khofifah kembali menguat di angka 53,6 persen. Kemudian Risma di angka 19,6 persen, dan KH Marzuqi 10,2 persen. Sebanyak 16,6 persen responden belum menentukan pilihan.

Selanjutnya, saat dikerucutkan simulasi dua nama Cagub Jatim, elektabilitas Khofifah menguat di angka 54,3 persen. Sementara Risma di angka 23,8 persen. Sebanyak 21,9 persen responden belum menentukan pilihan.

"Khofifah Indar Parawansa unggul baik dalam top of mind hingga kuisioner head to head melawan Tri Rismaharini (Risma)," ujar Direktur ARCI Baihaki Sirajt di Surabaya saat paparan, Rabu (24/7/2024).

Sementara dalam survei Cawagub Jatim, elektabilitas Emil Dardak perkasa di angka 47,6 persen. Disusul KH Marzuqi 15,8 persen, Ahmad Fauzi 9,2 persen, M Nur Arifin 3,1 persen, Anggia Ermarini 2,5 persen. Sementara 21,8 persen responden belum menentukan pilihan.

"Emil jauh unggul dari nama-nama lain. Emil baik tingkat popularitas, kesukaan, dan elektabilitas sangat tinggi," jelas Baihaki.

Jika digabungkan antara Khofifah - Emil dengan simulasi head to head Marzuqi - Risma, elektabilitas pasangan petahana 56,4 persen. Sementara Marzuqi - Risma 28,9 persen. Sebanyak 14,7 persen belum menjawab. Kemudian ARCI mengubah posisi Risma - Marzuqi, justru elektabilitasnya turun menjadi 27,2 persen.

Menurut Baihaki, tingginya elektabilitas pasangan petahana ini lantaran belum ada pesaing yang resmi diusung. PKB, PDIP dan NasDem hingga kini belum mengumumkan sikapnya. Sehingga, sejumlah pemilih dari tiga parpol itu masih memilih ke petahana.

Jika tiga parpol yang akan membuat poros baru itu tak kunjung mengumumkan gaconya, Baihaki menilai elektabilitas Khofifah - Emil tidak akan bisa disusul. "Kalau berlarut-larut tidak muncul calonnya maka tidak bisa mengejar incumbent. Saat ini pemilih PKB banyak di incumbent berdasarkan survei kami," ungkapnya.

Survei ARCI dilakukan pada 1-12 Juli 2024 dengan jumlah 1.200 responden. Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error di angka 2,8 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Sebanyak 25 persen kuisioner dilakukan quality control.

Editorial Team

Related Article