Surabaya, IDN Times - Sebanyak 926 juru parkir (Jukir) di Surabaya sudah terintegrasi dengan parkir digital. Peningkatan pendapatan anggaran daerah (PAD) oleh digitalisasi parkir ini mencapai 10 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo mengatakan, total PAD parkir di tahun 2025 lalu mencapai Rp25 juta. Meski 2026 ini baru mencapai pertengahan tahun, digitalisasi parkir terhadap peningkatan PAD sudah mulai terasa.
"Ketika nanti warga kota mendukung penuh, juru parkir juga mendukung penuh, otomatis peningkatan itu ada. Karena sampai saat ini, Alhamdulillah, dibandingkan tahun lalu, signifikan ada kenaikan," ujar Trio, Senin (15/6/2026).
Trio menyebut, digitalisasi parkir masif diterapkan sejak Maret 2026. Mulai saat itu, masyarakat lebih mudah melakukan pembayaran, sehingga kenaikan PAD pun terasa.
"Kenaikan 10 persen ini sejak ada digitalisasi, yang baru berlaku efektif pada Maret dan April 2026 lalu setelah adanya distribusi handphone ke jukir. Kami akan terus lakukan evaluasi terkait peningkatan pendapatan dari retribusi parkir ini," ungkapnya.
Trio pun optimistis, masifnya parkir digital ini dapat meningkatkan PAD tahun 2026. Ia menarget kenaikan mencapai 150 persen atau kurang lebih Rp50 miliar.
"2025 kemarin PAD kami mencapai 25 miliar. Kami berusaha dengan adanya digitalisasi parkir ini peningkatannya akan signifikan," tutur Trio.
Untuk memaksimalkan target tersebut, pihaknya pun terus memasifkan digitalisasi parkir. Salah satunya memasang barcode QR ke setiap rompi jukir untuk memudahkan pembayaran.
"Ketika ingin melakukan pembayaran nontunai, warga Kota Surabaya bisa langsung scan kode QR yang sudah ditempel di rompi teman-teman juru parkir," pungkas dia.
