Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memaparkan kinerja fiskal dan pembangunan Jawa Timur sepanjang 2025 yang menunjukkan tren positif, meski dihadapkan pada tantangan penyesuaian anggaran pada 2026.
Hingga 29 Desember 2025, realisasi pendapatan daerah Jawa Timur tercatat melampaui target. Pendapatan Daerah mencapai Rp28,55 triliun atau 100,88 persen dari target yang ditetapkan.
Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari komponen pajak dan retribusi yang dipungut Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bahkan menembus Rp13,56 triliun atau setara 104,39 persen dari target.
Di sisi belanja, realisasi per 29 Desember 2025 mencapai 92,32 persen atau sebesar Rp30,70 triliun. Menurut Khofifah, capaian tersebut mencerminkan kinerja pemerintahan yang berjalan cepat, responsif, dan akuntabel. “Angka-angka ini bukan sekadar statistik, tetapi simbol bahwa roda pemerintahan Jawa Timur bergerak cepat, responsif, dan akuntabel dalam melayani rakyat,” ujar Khofifah.
Kinerja fiskal yang sehat itu sejalan dengan capaian pembangunan makro daerah. Pada Triwulan III 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,22 persen secara tahunan (year on year), melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,04 persen.
Pertumbuhan ekonomi tersebut juga dibarengi dengan pengendalian inflasi yang relatif terjaga. Pada November 2025, inflasi Jawa Timur tercatat sebesar 2,63 persen (y-on-y). Dari sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Jawa Timur meningkat hingga 20,23 persen dengan kondisi neraca perdagangan yang tetap surplus.
Kendati demikian, memasuki tahun anggaran 2026, Pemprov Jawa Timur dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku secara nasional. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 tercatat menurun dibandingkan 2025, menyusul adanya penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,8 triliun.
Khofifah menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan pemotongan anggaran, melainkan penyesuaian skema. Anggaran yang semula disalurkan langsung ke daerah dialihkan ke kementerian dan lembaga untuk membiayai program-program yang sasarannya tetap kembali ke daerah. “Dengan penyesuaian anggaran TKD sebesar Rp2,8 triliun ini tentu sangat berdampak bagi APBD Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Khofifah meminta seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim lebih proaktif menjalin sinergi dan menjemput program-program pemerintah pusat agar tetap memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Menghadapi 2026, ia menekankan pentingnya kualitas pengelolaan anggaran. Menurutnya, ukuran keberhasilan bukan pada besarnya anggaran, melainkan pada seberapa besar dampak dan manfaat yang dirasakan masyarakat melalui program yang efisien, inovatif, dan terukur. “Saya minta semangat ini tetap terjaga di 2026. Meski kondisi anggaran memerlukan penyesuaian, kinerja dan produktivitas seluruh tim, sektor, dan perangkat daerah jangan sampai menurun,” pungkas Khofifah.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Pendapatan Naik, Jatim Harus Tetap Kencangkan Ikat Pinggang di 2026

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Curated For You
- APBD Jatim 2026 Disahkan, Pendapatan Anjlok Rp9 T Akibat Regulasi16 Nov 2025, 15:48 WIB
Editorial Team
EditorFaiz Nashrillah
Related Article
Material Proyek Celakai Pemotor, Pemkot Surabaya: Proyek RSUD Dr Soetomo24 Agu 2026, 14:00 WIB
Warga Surabaya yang Jual Beras Bantuan Terancam Dicoret dari Daftar24 Agu 2026, 13:57 WIB
Jatim Kirim Tim Psikososial ke NTT, Khofifah Pulihkan Senyum Anak-Anak24 Agu 2026, 13:01 WIB
184 Ribu Warga Miskin di Surabaya Dapat Bantuan Beras untuk 3 Bulan24 Agu 2026, 12:39 WIB
Pengemudi Mobil Tabrakan Maut di Dekat Grahadi Tak Bawa SIM dan STNK24 Agu 2026, 12:37 WIB
Target Menang Pilgub Jatim 2029, PDIP Sebut Nama Risma24 Agu 2026, 12:34 WIB
Pria di Surabaya Dibekuk Polisi Usai 10 Kali Jambret di Surabaya Timur24 Agu 2026, 11:07 WIB
Belum Beroperasi, 440 Armada KDMP Sudah Dibagikan ke Magetan23 Agu 2026, 20:16 WIB
5 Pesan Megawati dalam Konsolidasi Tertutup di Jatim, Ada Soal Moneter23 Agu 2026, 20:06 WIB
Demokrat Jatim Serap Aspirasi Lewat Lomba Rakyat23 Agu 2026, 17:57 WIB
Kronologi Pengemudi Diduga Mabuk Tewaskan Pekerja Dekat Grahadi23 Agu 2026, 17:56 WIB
Pengemudi Perempuan Diduga Mabuk Tabrak Pekerja Dekat Grahadi, 1 Tewas23 Agu 2026, 16:56 WIB
162.359 Orang Diproyeksikan Naik Kereta Api saat Libur Maulid Nabi23 Agu 2026, 15:54 WIB
Asap Karhutla Arjuno-Welirang Masih Mengepul23 Agu 2026, 15:51 WIB
5 Hari Pencarian, Satu Korban KLM Pantes Ditemukan Tewas23 Agu 2026, 15:47 WIB
PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur 2029, Said Abdullah: Sudah Waktunya!23 Agu 2026, 15:45 WIB
Emil Beri Sinyal “Hal Baru” di Demokrat Jatim, KSB Jadi Sorotan23 Agu 2026, 13:18 WIB
Soekarno Cup Jadi Etalase Talenta, Klub Liga 2 dan Liga 3 Ngelirik23 Agu 2026, 09:24 WIB
Karhutla Tahura Raden Soerjo Padam, Penyebab Masih Diselidiki22 Agu 2026, 17:48 WIB
Polrestabes Surabaya Tangani 186 Laporan Soal Perempuan dan Anak22 Agu 2026, 15:53 WIB