Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dear Menag Gus Yaqut, Ada Kritik Pedas dari Mahasiswa Nih!

Kota Surabaya
Dear Menag Gus Yaqut, Ada Kritik Pedas dari Mahasiswa Nih!
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas (Dok. IDN Times/Istimewa)

Surabaya, IDN Times - Baru-baru ini, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan kalau Kemenag merupakan hadiah bagi Nahdlatul Ulama (NU). Pernyataan ini pun mendapat kritik pedas dari Gerakan Mahasiswa Islam Nusantara (GMIN). GMIN menduga pernyataan itu ada kaitannya jelang Muktamar PBNU.

  1. 1. Pernyataan disebut cederai marwah NU

    Logo NU (Nahdlatul Ulama) (Dok. NU)
    Logo NU (Nahdlatul Ulama) (Dok. NU)

    Ketua GMIN, Iksan Hadi Lumaela menilai, pernyataan Gus Yaqut--sapaan karib Menag- mencederai marwah NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia. Seolah NU menguasai Kemenag untuk kepentingannya sendiri. Padahal, Kemenag adalah kementerian untuk semua agama, bukan untuk ormas tertentu.

    "Gus Yaqut hendaknya menghormati semua kalangan, dalam memimpin lembaga besar seperti Kementerian Agama," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/10/2021).

  2. 2. Ingatkan agar fokus bantu Presiden saja

    Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (ANTARA FOTO)
    Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (ANTARA FOTO)

    Terkait adanya sinyal manuver Gus Yaqut jelang Muktamar PBNU dalam pernyataan tersebut, Iksan mengingatkan agar Gus Yaqut fokus menjalankan roda pemerintahan saja. Sebab, tugas pokoknya sebagai Menag ialah membantu Presiden Joko 'Jokowi' Widodo.

    "Kementerian Agama memiliki tugas pokok dan fungsi untuk membantu Presiden dalam menjalankan tugas negara terkait urusan keagamaan," kata dia.

  3. 3. Minta Jokowi mengevaluasi Menag

    Yaqut Cholil Qoumas (Twitter.com/Ansor_Satu)
    Yaqut Cholil Qoumas (Twitter.com/Ansor_Satu)

    Tak lupa, Iksan meminta Presiden Jokowi untuk mengevaluasi kinerja Gus Yaqut. Sebab pihaknya khawatir adanya pemanfaatan jabatan sebagai Menag untuk ikut campur dalam Muktamar PBNU. Apalagi, kakak Gus Yaqut, KH Yahya Staquf disebut-sebut maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU di Muktamar NU Desember mendatang.

    "Kami khawatir ada penyalahgunaan wewenang untuk mempengaruhi hasil Muktamar PBNU,” pungkas dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More