Cegah Penyebaran COVID-19 di Pesantren, Pemkab Tuban Lakukan Ini

1. Pondok pesantren di Tuban akan disemprot cairan disinfektan

Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein Kamis (25/6) mengatakan, sebelum kegiatan belajar mengajar di pesantren dimulai Pemkab Tuban akan mendatangi pesantren dan melakukan penyemprotan disinfektan. Tak hanya itu, petugas puskesmas juga akan melakukan sosialisasi tentang bahaya dan pencegahan COVID-19 serta menyediaankan masker dan tepat cuci tanggan.
2. Gelar rapid test bagi para santri yang bergejala

Selain itu, Pemkab Tuban juga akan menyediakan layanan rapid test bagi para santri yang sakit dan bergejala. Hal ini sebagai wujud kerja sama pemerintah dengan pesantren dalam penanganan virus corona. "Harapan kami semoga tidak ada lagi klaster COVID-19 dari pesantren," ungkapnya.
3. Anggaran penanganan COVID-19 mencapai Rp280 miliar

Lebih lanjut Noor Nahar menjelaskan, Pemkab Tuban telah mengalokasikan dana APBD sebesar Rp280 milyar rupiah. Angka ini akan bisa bertambah sesuai yang dibutuhkan. Saat ini Pemkab juga terus berusaha memesan dan membeli alat rapid test, namun saat ini baru mendapatkan 1.300 buah. "Sebelum kita mengambil langkah ini, kami juga sudah mendapatkan masukan dari beberapa kalangan terutama para pengasuh pondok pesantren," ungkapnya.
4. Jumlah penderita COVID-19 di Tuban mencapai 88 orang

Seperti diketahui, jumlah masyarakat Tuban yang terjangkit virus corona mencapai 88 Orang. 35 diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Sementara jumlah PDP berjumlah 17 dan masih dalam perawatan, mereka berasal dari Kecamatan Palang, Bancar, Merakurak, Widang, Tuban, Semanding, Kenduruan, Soko, Jatirogo, Plumpang dan Bangilan.



















