Malang, IDN Times - Virus Corona telah menyebar ke 44 negara. Meluasnya covid-19 itu membuat kebutuhan masker juga tinggi. Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengirimkan 50 ribu bantuan masker untuk para pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri.
Cegah Corona, Pemkab Malang Kirim Bantuan 50 Masker ke Luar Negeri

1. Kerja sama Disnaker Kabupaten Malang dengan PT Arthawena Sakti Gemilang
Pengiriman masker ini dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang bekerja sama dengan PT Arthawena Sakti Gemilang yang berbasis di Kecamatan Karangploso. Masker itu disalurkan melalui Serikat Buruh Migran Indonesia alias SBMI. Penyerahan secara simbolis dilakukan di gedung Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Dinas Tenaga Kerja di area Gedung Block Office Jalan Trunojoyo Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (28/2).
2. Antisipasi penyebaran virus Corona
Atas pengiriman bantuan masker tersebut, Kadisnaker Kabupaten Malang Yoyok Wasrdoyo menyampaikan terima kasih. Menurutnya hal ini merupakan bentuk kepedulian sosial untuk membantu para pekerja migran.
“Masker ini tentu sangat dibutuhkan saudara kita yang bekerja sebagai PMI di Taiwan, Hongkong, dan Singapura untuk mengantisipasi penyebaran virus corona,” katanya.
3. Terus berikan perhatian ke pekerja migran di luar negeri
Yoyok berharap kepedulian masyarakat tak berhenti sampai di sini. Disnaker terus berupaya memberikan perhatian kepada pekerja migran asal Malang yang mengadu nasib di luar negeri.
"Ini merupakan bentuk kepedulian dari kami semuanya. Saya berharap agar masyarakat yang mempunyai jiwa sosial bisa juga ikut peduli memikirkan kesehatan saudara kita yang bekerja di luar negeri supaya tidak terpapar virus corona. Disnaker hanya berusaha mengetuk hati mereka yang peduli," imbuhnya.
4. Pekerja migran masih banyak perlu bantuan masker
Terpisah, Pembina SBMI DPC Malang Jiati menjelaskan, para pekerja migran asaldi luar negeri, khususnya yang berasal dari Kabupaten Malang, masih banyak membutuhkan bantuan masker. Menurut data Disnaker, tercatat ada 7 ribu pekerja migran asal Kabupaten Malang di luar negeri. Mereka kebanyakan berada di Hongkong dan Taiwan.
"Mereka di sana juga melakukan penggalangan dana. Kemarin ada bantuan 5 ribu masker dari Pak Bupati, sudah tersalurkan. Saat ini kami masih juga butuh, jumlahnya tidak terhitung, karena kami tidak tahu kapan virusnya berhenti. Tapi siapapun, masyarakat yang peduli bisa membantu," tandas Jiati.
Curated For You
- Diduga Terjangkit Virus Corona, Warga Tulungagung Dinyatakan Negatif17 Feb 2020, 21:38 WIB