Bus Trans Jatim Koridor IV Dilempar Batu di Gresik, Dishub Bereaksi

- Bus Trans Jatim Koridor IV dilempar batu di Gresik oleh pengendara motor tak dikenal di Jalan Raya Deandles, menyebabkan kaca bagian kanan retak.
- Kepala Dishub Jatim membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa kejadian itu telah dilaporkan dan terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di armada Trans Jatim.
- Identitas kendaraan pelaku sudah dikantongi dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti, namun motif pelemparan belum diketahui.
Surabaya, IDN Times – Bus Trans Jatim Koridor IV rute Gresik–Lamongan menjadi korban aksi pelemparan oleh pengendara motor tak dikenal di Jalan Raya Deandles, kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik. Pelaku melempar batu ke arah bus hingga menyebabkan kaca bagian kanan retak.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim), Nyono membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan kejadian itu telah dilaporkan dan terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di armada Trans Jatim.
“Iya, sudah ada laporan. Bahkan pelemparan terjadi dua kali dan sepeda motornya sama. Semua sudah terekam kamera Trans Jatim,” ujar Nyono saat di konfirmasi di Retreat Jatim 2026 di BPSDM Jatim, Kamis (15/1/2026).
Peristiwa itu terjadi saat bus Trans Jatim berkode lambung JTM 404 melaju dari Gresik menuju Terminal Paciran, Lamongan. Saat kejadian, bus mengangkut 18 penumpang dan melaju dengan kecepatan normal sekitar 48 kilometer per jam.
Nyono menegaskan, bus tidak sedang melaju kencang maupun melakukan manuver berbahaya. Namun, dari arah berlawanan muncul pengendara sepeda motor yang diduga sudah menyiapkan batu sebelum melemparkannya ke arah bus.
“Bus tidak menyalip, kecepatannya juga tidak tinggi. Tapi dari barat, pelaku itu sudah terlihat memegang batu. Saat bus melintas, langsung dilempar,” jelasnya.
Akibat lemparan tersebut, kaca bus mengalami retak. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun penumpang yang terluka dalam insiden tersebut.
Dishub Jatim memastikan identitas kendaraan pelaku telah dikantongi. Nomor kendaraan terekam jelas dan telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
“Identitas kendaraan sudah ada, nomor serinya juga ada, dan sudah kami laporkan ke aparat kepolisian,” tegas Nyono.
Terkait dugaan apakah pelaku merupakan orang yang sama dengan kasus pelemparan bus pada November lalu, Nyono menyebut masih perlu pendalaman lebih lanjut. “Motornya sama, warnanya hijau, tapi nomor serinya berbeda. Ini masih kami dalami bersama kepolisian,” katanya.
Hingga kini, motif pelaku melakukan pelemparan belum diketahui. Dishub Jatim menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. “Motifnya belum tahu. Kami menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian,” pungkas Nyono.


















