Bullying di Malang, Tersangka dan Korban Ternyata Hendak Salat Jumat

Malang, IDN Times - Viral di media sosial sebuah rekaman CCTV yang menunjukkan seorang siswa yang mengalami kekerasan dari siswa lainnya. Mirisnya, kejadian bullying ini terjadi saat mereka masih mengenakan seragam Pramuka. Tampak seorang siswa dihajar oleh seorang siswa yang badannya lebih besar, sementara 10 siswa lainnya hany menonton sambil merokok. Kejadian ini diketahui terjadi di perumahan Jalan Janti Barat Blok A, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang pada Jumat (1/3/2024) siang.
1. Ketua RT menceritakan jika kejadian ini terjadi saat para siswa hendak berangkat Salat Jumat

Chandra Seputro selaku Ketua RT.8/RW.8 Kelurahan Bandungrejosari menceritakan jika baik pelaku dan korban sama-sama siswa dari SMP Nasional yang terletak di Jalan Supriyadi Nomor 50, Kelurahan Bandungrejosari. Para siswa SMP ini hendak berangkat ke masjid yang ada di sekitar perumahan untuk melaksanakan Salat Jumat.
"Kejadian jam 11an, jadi mereka keluar sekolah karena nggak punya masjid untuk Salat Jumat, jadi otomatis pulang. Sehingga akhirnya nggak bisa dikontrol," terangnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (2/3/2024). Awalnya warga tidak mengetahui jika terjadi tindak kekerasan diantara para siswa tersebut. Hingga terjadi keributan dan membuat warga mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
2. Ketua RT menceritakan jika pihaknya langsung melaporkan kejadian ini ke SMP Nasional

Setelah warga membubarkan keributan ini, Chandra mendapatkan laporan dari warga dan langsung mengecek CCTV. Di sana ia melihat memang seperti ada pengeroyokan kepada salah satu siswa. Ia kemudian berinisiatif melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah agar tidak terjadi kembali kejadian serupa.
"Kita langsung nyari tahu ke pihak sekolah, langsung menunjukkan ke sekolah video ini. Dan itu sudah langsung ditindak, diabsen setelah pulang Jumatan jadi ketahuan ya langsung selesai," bebernya.
3. Ketua RT juga heran video CCTV bisa tersebar ke media sosial

Chandra sendiri mengatakan tidak tahu bagaimana video CCTV perumahan wilayahnya bisa tersebar. Ia mengatakan sudah mengintruksikan agar video tersebut tidak menyebar dan tidak menyebabkan kegaduhan.
"Itu masih kita selidiki (pihak yang menyebarkan video CCTV). Kejadiannya sendiri dekat rumah saya," tandasnya.


















