Viral Pelajar Berseragam Pramuka di Malang Dirundung Beramai-ramai

Malang, IDN Times - Kasus bullying atau perundingan oleh pelajar seperti tidak ada habisnya, kali ini terjadi di Kota Malang. Dalam sebuah video yang beredar, perundungan itu terjadi kepada seorang siswa oleh lebih dari 10 siswa lainnya. Mirisnya, aksi perundungan ini dilakukan saat mereka masih memakai seragam pramuka.
Kejadian ini menjadi viral setelah diposting oleh akun Instagram @malangraya_info. Video tersebut telah ditonton sebanyak 418 ribu kali, mendapatkan 13 ribu like, 2.582 komentar, dan 1.540 kali dibagikan.
1. Para pelaku melakukan aksinya di perumahan saat kondisi sedang sepi

Dari video yang beredar, tampak jelas jika pelaku bullying ini lebih dari 10 orang. Mereka beramai-ramai menggiring korban ke salah satu perumahan yang diketahui ada di Jalan Janti Barat Blok A, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Seluruh kejadian ini terekam jelas oleh CCTV salah satu warga dari awal hingga akhir.
Tampak dari video tersebut, ada 3 orang siswa yang melakukan kekerasan pada anak yang paling kurus. Satu siswa bahkan dengan beringas menendang dan memukul hingga korban jatuh ke tanah. Ia terus memukul meski korban tak berdaya di tanah. Sementara siswa lainnya hanya melihat bahkan ada yang menertawakan dan asik menghisap rokok.
Tidak ada warga yang menyaksikan kejadian ini, sehingga para pelaku dengan leluasa melakukan kekerasan. Video ini langsung menjadi viral karena aksi para pelaku yang beringas.
2. Warganet sangat berang, minta pihak kepolisian melakukan usut tuntas

Netizen yang melihat kejadian ini jadi ikut berang, mereka tidak percaya kejadian ini terjadi di Kota Malang. Oleh karena itu, mereka berharap pihak kepolisian langsung turun tangan. Sehingga tidak ada lagi kejadian serupa di Kota Malang.
"Ini di Malang sumpah? Kalau cuma damai aja gak cukup, keluarin! Biar dapat hukuman," tulis akun @putriayu_febb.
Beberapa netizen juga menuntut agar anak-anak pelaku bullying ini dikeluarkan dari sekolah dan di-blacklist dari sekolah manapun. Ini agar tidak ada lagi pelaku bullying yang ada di lingkungan sekolah.
"Dikeluarkan dari sekolah dan di blacklist dari semua sekolah yang ada di kota tersebut," tulis akun @matiasibo.
3. Polisi sudah mendapatkan laporan dan tengah melacak para pelaku

Pihak kepolisian sendiri mengatakan sudah mendapatkan laporan dari warga terkait aksi bullying ini. Mereka bahkan telah mengantongi CCTV kejadian tersebut. Pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polresta Malang Kota juga telah turun untuk melakukan penyelidikan.
"Kemarin malam kami mendapat laporan dan langsung melakukan pendalaman. Kejadian ini sudah kami koordinasikan dengan Kasatreskrim dan Kapolsek sukun. Kami selanjutnya akan mengambil langkah untuk melaks penyelidikan terkait kejadian tersebut," ucap Kasihumas Polresta Malang Kota, Malang, Ipda Yudi Risdiyanto saat dikonfirmasi pada Sabtu (2/3/2024).


















