Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur (Jatim). Hingga Senin (14/9/2026) pagi, tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pemantauan di Gunung Bromo, Semeru, Argopuro hingga Kawinajang-Buthak.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan, kondisi di sejumlah lokasi mulai menunjukkan perkembangan positif. Namun, tim tetap diminta waspada karena kepulan asap masih terpantau di beberapa kawasan dan medan yang sulit menyulitkan penanganan melalui jalur darat.
Di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, berdasarkan pemantauan citra satelit saat ini tidak terdeteksi adanya titik api. Meski demikian, tim gabungan tetap melakukan penyisiran dan pembasahan di area terdampak untuk mencegah api kembali muncul.
“Tim gabungan tetap melaksanakan penyisiran dan pembasahan pada area terdampak sebagai upaya antisipasi terhadap potensi munculnya kembali api,” ujar Gatot dalam laporan perkembangan karhutla, Senin (14/9/2026).
Helikopter PK-DAP juga dijadwalkan melakukan observasi udara pada Senin pagi. Jika kondisi memungkinkan, operasi water bombing akan dilakukan untuk membantu penanganan dari udara.
Kendala utama di Bromo adalah medan yang terjal dan licin. Kondisi tersebut membuat tim melalui jalur darat belum dapat menjangkau bagian atas kawasan yang terdampak.
Sementara itu, situasi berbeda terjadi di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang. Kepulan asap masih terlihat di wilayah Argosari, meski citra satelit belum mendeteksi adanya titik api.
Asap sebelumnya terpantau dari hasil observasi udara menggunakan Helikopter PK-DAP pada Sabtu (12/9/2026). Tim gabungan kini akan melakukan pengecekan langsung guna memastikan apakah masih terdapat api atau kepulan asap tersebut merupakan sisa pembakaran.
Lokasi yang menjadi perhatian berada di Blok Po'o, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, termasuk jalur Pos Pendakian 2 menuju Pos Pendakian 3 serta Blok Tanggul Asih. “Tim gabungan akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan dan memastikan apakah api masih menyala atau telah padam,” jelas Gatot.
Sementara di Gunung Argopuro, Kabupaten Jember, kondisi juga relatif terkendali. Kepulan asap tebal yang sempat teramati pada 12 September kini tidak terlihat. Titik api juga tidak terpantau dalam pemantauan terakhir.
Namun, tim gabungan tetap akan melakukan penyisiran untuk memastikan kawasan benar-benar aman. Medan terjal menjadi kendala utama karena menyulitkan personel menjangkau lokasi yang diduga menjadi titik kebakaran.
Perhutani KPH Jember juga terus melakukan patroli pemantauan di kawasan Gunung Argopuro, Desa Suci, Kecamatan Panti.
Sedangkan ancaman paling mencolok dalam pemantauan terbaru berada di kawasan Gunung Kawinajang dan Gunung Buthak. Pada Minggu (13/9/2026), observasi udara menggunakan Helikopter PK-DAP mendapati kepulan asap yang cukup tebal.
Titik asap terpantau di wilayah Savana Gunung Buthak, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, serta sisi selatan Gunung Kawinajang di wilayah Kabupaten Blitar.
Tim gabungan akan melakukan penyisiran melalui jalur pendakian Desa Tulungrejo, Kecamatan Pujon Kidul, serta melakukan pemantauan menuju Pos 3 Gunung Buthak.
Helikopter PK-DAP juga kembali dijadwalkan melakukan observasi udara. Jika kondisi memungkinkan, water bombing akan dikerahkan untuk membantu pemadaman.
Gatot memastikan penanganan karhutla terus dilakukan bersama BPBD Jatim, BPBD kabupaten terkait dan unsur gabungan lainnya. Tim jalur darat diarahkan menuju titik yang masih dapat dijangkau, sementara pemantauan udara digunakan untuk mengetahui perkembangan area yang sulit diakses.
“Personel BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD kabupaten dan tim pemadam gabungan melanjutkan asesmen, pemantauan serta penanganan pada titik yang dapat dijangkau,” tegasnya.
Hingga pemantauan Senin pagi, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari empat lokasi karhutla tersebut. Sementara dampak luasan area terbakar masih dalam proses pendataan.
