[BREAKING] Dua Pasien Positif COVID-19 Jatim Berasal dari Tuban
![[BREAKING] Dua Pasien Positif COVID-19 Jatim Berasal dari Tuban](https://image.idntimes.com/post/20200408/whatsapp-image-2020-04-08-at-51557-pm-c8ec00863957b633d70ca2aa3ce78b51.jpeg)
Surabaya, IDN Times - Kasus positif virus corona atau COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) bertambah lagi. Kali ini tercatat ada dua pasien baru terinfeksi. Keduanya berasal dari Kabupaten Tuban. Artinya, kabupaten ini menjadi daerah terjangkit baru dan kini berstatus zona merah.
"Ada dua tambahan kasus baru positif dua duanya dari Tuban," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu petang (8/4).
Dengan tambahan tersebut, maka kasus positif COVID-19 di Jatim menjadi 196 pasien. Akan tetapi, yang masih dalam perawatan ada 133 pasien. Sedangkan pasien sembuh bertambah empat orang. Dua dari Surabaya, satu Gresik, dan satu Banyuwangi.
"Alhamdulillah secara presentatif terus meningkat pasien sembuh. Di Jatim yang sembuh jadi 46 (orang), setara dengan 23,47 persen," kata dia.
Menteri Sosial kabinet Indonesia Kerja ini juga menyampaikan, ada satu tambahan pasien meninggal akibat terinfeksi COVID-19. Pasien ini berasal dari Tuban. Sehingga, total yang meninggal di Jatim 17 orang atau setara 8,6 persen.
"Jadi kasus baru positif dan meninggal dari Tuban," ucap Khofifah.
Berdasarkan data Pemprov Jatim, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini mencapai 1.884 pasien. Ada 804 pasien masih diawasi. Sementara 12.312 berstatus Orang Dalam Pemantaun (ODP). Tapi ada 8.264 yang masih dipantau.
Dari sebaran tersebut, kasus COVID-19 terbanyak masih berada di Surabaya. Kemudian disusul Malang dan Lamongan.
"Titik-titik di mana juga harus melakukan antisipasi di antara kita semua yang sedang berada di Surabaya. Terbesar kedua di Malang, sebarannya kita juga melihat jumlahnya (yang) harus diwaspadai yaitu Lamongan," kata dia.



















