Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berkas Perkara Lengkap, Ivan Sugiamto Dilimpahkan ke Kejaksaan
Ivan Sugiamto pelaku intimidasi siswa SMAK Gloria Surabaya saat digiring ke Mapolrestabes Surabaya. (Dok. Humas Polrestabes Surabaya)

Surabaya, IDN Times - Tersangka perundungan siswa SMA Gloria, Ivan Sugiamto dilimpahkan Polrestabes Surabaya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Senin (13/1/2025). Penyerahan dilakukan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap alias P21.

"Status berkasnya sudah P21, artinya sudah lengkap dan siap disidangkan,” ujar Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Rina Shanty.

Dengan dilimpahkannya kasus ini ke kejaksaan, tersangka Ivan akam menjalani proses hukum berikutnya, yakni persidangan. Maka dari itu, akan dilimpahkan perkaranya ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

“Kami berharap proses persidangan nanti dapat memberikan keadilan bagi korban,” tegas Rina. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan pihak sekolah, untuk bersama-sama memerangi perundungan di lingkungan pendidikan. "Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif," pesannya.

Seperti diketahui, kasus ini bermula datang sekelompok orang tak dikenal, di depan SMAK Gloria 2 Pakuwon City Surabaya dan membuat keributan yang mengganggu ketertiban dan meresahkan banyak murid serta wali murid pada Senin (21/10/2024) lalu. Keributan itu ditengarai terjadi karena adanya kesalahpahaman antara dua orang anak, yakni EN dan AL saat pertandingan basket di salah satu mal di Surabaya, dan kemudian berlanjut di media sosial.

Lalu, orangtua AL, yakni Ivan Sugiamto yang tidak terima anaknya diolok-olok mendatangi EN, salah seorang murid SMAK Gloria 2 yang bertikai dengan anaknya sembari membawa orang-orang yang awalnya disebut sebagai preman. Ivan lalu memaki EN dan meminta EN untuk berlutut dan menggonggong sebagai tanda permintaan maaf atas olokan yang dilontarkan kepada anaknya. Kejadian tersebut membuat suasana sekolah pada saat jam pulang tersebut menjadi ricuh hingga membuat keributan terjadi di hadapan siswa-siswi dan wali murid SMAK Gloria 2.

 

Curated For You

Editorial Team

Related Article