Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bendungan Sangiran Surut, Petani Ngawi Malah Panen Padi dan Jagung
Kondisi bendungan Sangiran di Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, mengering saat kemarau. IDN Times/Riyanto.
  • Kemarau panjang menyisakan sekitar 20 persen air Bendungan Sangiran, atau 2 juta dari kapasitas 10 juta meter kubik, sehingga irigasi dihentikan demi keamanan struktur.
  • Sejak akhir Juni 2026, petani memanfaatkan dasar bendungan yang mengering untuk menanam padi dan jagung; sebagian hasil panen kini membantu kebutuhan sehari-hari saat lahan utama kekurangan air.
  • Waduk Pondok dan Kedungbendo di Ngawi juga menyusut akibat kemarau, sementara petani diminta mengikuti pola tanam yang disarankan di tengah keterbatasan pasokan air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ngawi, IDN Times – Kemarau panjang membuat debit air Bendungan Sangiran di Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terus menyusut. Namun, kondisi tersebut ternyata membawa berkah tak terduga bagi sejumlah petani.

Ketika air bendungan surut, dasar bendungan yang sebelumnya terendam berubah menjadi lahan pertanian sementara. Sejumlah warga memanfaatkannya untuk menanam padi dan jagung. Mereka mulai bercocok tanam sejak air Bendungan Sangiran menyusut pada akhir Juni 2026. Kini, sebagian tanaman tersebut mulai dipanen.

1. Air bendungan Sangiran tinggal 20 persen

Kondisi air bendungan Sangiran di Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, tinggal 20 persen saat kemarau. IDN Times/Riyanto.

Kondisi Bendungan Sangiran pada Kamis (10/9/2026) siang terlihat memprihatinkan. Air yang biasanya menggenangi area bendungan kini menyisakan sekitar 20 persen dari kapasitas tampungnya. Dari kapasitas total sekitar 10 juta meter kubik, volume air yang tersisa diperkirakan hanya sekitar 2 juta meter kubik. Dasar bendungan bahkan mulai terlihat dengan kondisi tanah yang retak-retak.

Sisa air tersebut juga sudah tidak dapat dialirkan untuk irigasi. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keamanan struktur bendungan. Padahal, Bendungan Sangiran selama ini menjadi salah satu sumber pengairan sawah di tiga kecamatan, yakni Bringin, Karangjati, dan Pangkur.

2. Dasar bendungan disulap jadi lahan pertanian

Bendungan Sangiran di Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, dimanfaatkan warga untuk bertani. IDN Times/Riyanto.

Dengah kondisi tersebut, sebagian petani justru melihat peluang. Area dasar bendungan yang mengering dimanfaatkan untuk menanam padi dan jagung. Jayem, salah seorang petani, mengatakan warga memanfaatkan lahan yang biasanya terendam ketika musim hujan.

"Kalau musim hujan airnya penuh sampai sini, tidak bisa ditanami. Kini kemarau, kita tanami padi dan jagung. Banyak warga sini yang menanam di bendungan ini," ujarnya.

Hal senada disampaikan Sukarman. Menurutnya, lahan pertanian milik warga mulai kesulitan mendapatkan air akibat kemarau panjang. Karena itu, area bendungan yang mengering menjadi alternatif untuk tetap bercocok tanam. "Ini ladang-ladang kita kering. Kita menanam di area bendungan, kita tanam padi dan jagung. Hasilnya lumayan untuk menyambung hidup saat kemarau," katanya.

Hasil panen tersebut memang tidak menggantikan produksi pada kondisi normal. Namun, bagi petani, hasilnya cukup berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika lahan utama mereka mulai kekurangan air.

3. Waduk lain di Ngawi ikut menyusut

Bendungan Sangiran di Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, dimanfaatkan warga untuk bertani. IDN Times/Riyanto.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah sumber air lainnya di Kabupaten Ngawi. Dua waduk lain, yakni Waduk Pondok dan Kedungbendo, juga mengalami penyusutan debit akibat kemarau panjang. Para petani yang selama ini mengandalkan pasokan air dari bendungan dan waduk diminta mengikuti pola tanam yang telah disarankan.

Kondisi ini menjadi gambaran bagaimana petani harus beradaptasi menghadapi musim kemarau. Di satu sisi, menyusutnya bendungan mengancam ketersediaan air irigasi. Namun di sisi lain, lahan yang muncul dari surutnya air justru dimanfaatkan warga untuk menghasilkan pangan dan menopang kebutuhan keluarga.

Curated For You

Editorial Team

Related Article