Malang, IDN Times - Gunung Bromo kembali mengalami Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Kamis (10/9/2026). Padahal belum genap sebulan pasca Karhutla yang terjadi pada 3 Agustus 2026 dan baru pada pada 14 Agustus 2026.
Belum Genap Sebulan Padam, Gunung Bromo Kembali Terbakar

1. BB TNBTS konfirmasi Gunung Bromo kembali terbakar
Pranata Humas Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Endrip Wahyutama membenarkan jika kawasan Gunung Bromo kembali mengalami karhutla pada Kamis malam. Ia mengungkapkan kalau api pertama kali terlihat di kawasan Savana Pengol yang masuk wilayah Kabupaten Probolinggo.
"Untuk detail terkait titik awal maupun penyebab kebakaran, saat ini belum dapat kami sampaikan. Karena petugas masih melakukan penanganan dan pemantauan di lapangan," terangnya.
2. Proses pemadaman masih menggunakan alat seadanya
Endrip menyampaikan kalau saat ini proses pemadaman masih menggunakan alat seadanya seperti ranting pohon dan jet shooter. Sementara pihak yang terlibat diantaranya petugas TNBTS, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
"Kami juga masih melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung penanganan di lapangan. Jadi saat ini masih dilakukan proses penanganan awal," jelasnya.
3. Belum ada keputusan apakah kawasan Gunung Bromo akan ditutup kembali
Kawasan Gunung Bromo sendiri baru dibuka kembali pada 20 Agustus 2026 lalu pasca titik api dipastikan telah padam. Namun, pihak BB TNBTS belum memastikan apakah Gunung Bromo akan ditutup kembali atau tidak.
"Terkait status akses dan kegiatan wisata Gunung Bromo, saat ini pimpinan masih berada di lokasi kebakaran dan proses koordinasi masih berlangsung. Untuk sementara belum ada informasi terkait perubahan status akses yang dapat kami sampaikan," pungkasnya.