Banyuwangi, IDN Times - Menantu mantan Gubernur Jatim Soekarwo alias Pakde Karwo, Bayu Airlangga terpilih sebagai Ketua DPD Projo Jawa Timur Periode 2023-2028. Bayu terpilih secara aklamasi dalam Rakerda Projo Jatim yang digelar di hotel El Royal Banyuwangi pada Jumat (18/11/2023) malam.
Bayu Erlangga Nakhodai Projo Jatim, Yakin Prabowo Menang Satu Putaran

1. Tidak butuh dua putaran
Begitu terpilih Bayu mengaku siap untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran. Bersama Projo, Bayu optimis bahwa Jawa Timur didominasi anak muda yang akan berada di kubu Prabowo. Dia menyebut, Jawa Timur akan menjadi medan politik yang cukup keras. Namun demikian, Bayu yakin Pemilu hanya akan berlangsung satu putaran saja.
"Konsolidasi itu pasti, kami bersama semua barisan Projo akan turun langsung untuk pemenangan pasangan Prabowo-Gibran. Dengan komposisi yang sekarang ini kami optimis kok bisa menang, kami tidak butuh dua putaran. Satu putaran cukup," ungkap Bayu kepada IDN Times.
2. Yakin dengan komposisi di Jatim
Saat ditanya soal strategi politik untuk menguasai Jatim, Bayu menolak untuk menjabarkannya. Menurutnya, strategi pemenangan tidak perlu diumbar di publik karena hal itu bisa diantisipasi oleh pihak oposisi.
"Soal apa yang akan dilakukan dan bagaimana strateginya itu rahasia dong. Ibarat mau perang masa harus diungkap langkahnya, nanti bisa ditiru ya kan. Tapi yang jelas kita sudah bersama ahli-ahli strategi di sini. Projo ini terbukti dua kali mengantarkan Pak Jokowi menang," ungkap Bayu.
Selain Projo, optimisme Bayu juga didukung oleh punggawa yang saat ini berada di kubu Prabowo-Gibran. Dengan komposisi ini, Bayu melihat peluang kemenangan lebih dari presentase yang ada di survei saat ini.
"Terlebih lagi di Jawa Timur jelas ada Pakde Karwo dan juga Bu Khofifah dan banyak tokoh besar lain yang bersama kita. Bukan selisih tipis, kami yakin menang mutlak," tegas Bayu.
3. Projo pakai politik tradisional
Berbeda nada, Sekjen Projo Handoko sedikit mengungkap bagaimana Projo akan kembali mengantarkan kemenangan pada pasangan Prabowo-Gibran. Handoko menyebut, Projo adalah ormas yang terstruktur dan terorganisir dengan baik. Berbeda dengan partai politik, Projo mampu menggunakan metode klasik atau tradisional untuk menggalang suara pemilih.
Handoko menyatakan, semua relawan Projo bukan berstatus "petugas" seperti yang umum disampaikan oleh partai politik. Menurutnya, Projo adalah ormas yang begitu demokratis sehingga mampu diterima di semua kalangan.
"Projo ini demokratis, lihat saja isinya. Anak muda, tokoh dan banyak lagi ada. Sekarang seperti Mas Bayu Airlangga juga gabung disini. Soal strategi, kami bisa memakai banyak cara. Seperti politik tradisional," katanya.