Bawaslu Selidiki Indikasi Mobilisasi Pelajar Saat Kampanye Sandiaga

Magetan, IDN Times – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magetan tengah menyelidiki indikasi terjadinya mobilisasi pelajar saat kampanye calon wakil presiden bernomor urut 02 Sandiaga Uno di GOR Ki Mageti, Magetan, Senin (9/4). Saat itu, sejumlah siswa diketahui datang dan mengikuti kampanye yang pada umumnya masih berlangsung kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Kedatangan dan kampanye akbar pasangan Prabowo Subianto ini berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 11.30. Ia disambut para pendukung dari Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, Ngawi, dan Nganjuk. Mereka merupakan kader partai politik pendukung, perwakilan pengusaha, emak-emak, generasi milineal, dan tokoh agama.
1.Ditemukan topi bertuliskan identitas sekolah

Komisioner Divisi Pencegahan dan Humas Bawaslu Magetan, Muris Subiantoro, mengatakan sejumlah pelajar datang ke lokasi kampanye Sandiaga Uno dengan menumpang dua unit bus. Mereka diketahui berasal dari salah satu sekolah swasta di Ponorogo.
Dugaan ini, menurut Muris berdasarkan barang bukti yang ditemukan jajaran Bawaslu. Dari dalam tas pelajar itu diketahui seragam dan topi yang bertuliskan identitas sekolah mereka. “Kami masih melakukan pendalaman dan penggalian informasi lebih lanjut. Insya Allah, besok pagi akan ke Ponorogo,” kata dia, Selasa (9/4).
2.Rapat pleno dilakukan setelah data dan informasi terkumpul

Rencana kepergian anggota Bawaslu Magetan ke Ponorogo, kata Muris, merupakan hasil kesepakatan di internal lembaga pengawas pemilu itu. Adapun tujuannya melakukan klarifikasi atau investigasi ke pihak sekolah swasta yang bersangkutan.
Hasil dari upaya itu akan dijadikan acuan Bawaslu menentukan langkah selanjutnya. Entah nantinya berujung pada penindakan, pemberian sanksi maupun teguran. “Kami akan melakukan rapat pleno setelah semua data dan informasi didapat,” ujar Muris.
3.Pihak yang diduga pelajar tampil di panggung kampanye

Berdasarkan pantauan IDN Times, sejumlah pelajar itu tidak hanya mengikuti kampanye. Mereka yang menamakan diri sebagai Gerakan Milineal Indonesia (GMI) juga tampil di panggung untuk nge-dance dengan irigan lagu kampanye Prabowo – Sandi.
Anggota GMI yang tampil itu mengenakan kaus berkerah berwarna biru muda dan bawahan berwarna krem. Warna pakaian itu selaras dengan yang dipakai Sandiaga Uno ketika berkampamnye di GOR Ki Mageti, Magetan.
4.Emak-emak juga unjuk gigi

Selain anggota GMI, kalangan perempuan yang tergabung dalam PEPES (Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo – Sandiaga) juga unjuk gigi. Mereka nge-dance beberapa saat setelah GMI turun dari panggung.
Sandiaga pun memberikan apresiasi atas penampilan GMI dan PEPES. Ia sempat melontarkan kepada seribuan pendukungnya di dalam GOR Ki Mageti untuk memberikan penampilan para ibu-ibu dan anak muda itu.
“Lebih semangat mana, emak-emak atau generasi milineal ?,” tanya Sandi saat kampanye, Minggu (8/4). Massa yang berkumpul di lokasi kampanye ternyata lebih bersuara lantang dengan memberikan jawaban emak-emak.
5.Sandiaga bandingkan pertumbuhan ekonomi era Jokowi dan SBY

Sementara itu, dalam orasi politiknya Sandiaga membandingkan pertumbuhan ekonomi pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY (periode 2004 – 2014) dengan Joko Widodo (periode 2014 – 2019). Menurutnya, pertumbuhan ekonomi masih berkisar pada angka 5 persen.
“Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berhasil menumbuhkan ekonomi di atas 5 persen. Kita bandingkan, ternyata saat ini pertumbuhan ekonomi kita hanya di angka 5 persen,” kata dia.
















