Surabaya, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak meminta agar tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperbaiki setelah adanya bakteri pada hasil laboratorium uji sampel makanan Program MBG yang sebabkan ratusan santri dan siswa di Sidoarjo keracunan.
Emil mengatakan, ia sudah menyangka bahwa makanan tersebut mengandung bakteri. Sebab, dalam beberapa kasus keracunan, bakteri selalu jadi penyebabnya.
"Kan udah saya tebak. Saya bilang kan, pasti hasilnya udah keluar di situ, terus apa, bedanya apa, sama kan kayak kasus-kasus sebelumnya kan," ungkap dia.
Emil menyebut, temuan bakteri pada MBG tersebut perlu menjadi bahan evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mendorong agar program MBG dibenahi.
"Sama aja, kayak dari dulu kan sama aja kan? Ada bakteri, ada bakteri keracunan. Ada bakteri keracunan, ada bakteri keracunan. Gak menyelesaikan masalah, yang menyelesaikan masalah itu benahi," ungkap dia, Sabtu (12/9/2026).
Emil pun meminta agar sistem komando tata kelola dapur MBG diperjelas. Sebab selama ini, dapur memang dinahkodai oleh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi dapur tersebut dimiliki oleh mitra.
"Kalau memang ini adalah mitra yang bertanggung jawab, ya kepala dapurnya dari mitra. Kepala SPPG ganti namanya jadi pengawas. Karena ternyata BGN tentu memang tidak sistem komando, karena BGN ini bekerja sama dengan mitra. Nah yang kayak gini-gini diperjelas," ucapnya.
Selain itu, bila dapur SPPG mengirim makanan dengan dua waktu pengiriman, maka seharusnya dapur juga memproses masakan dengan dua waktu yang berbeda. Sehingga, makanan yang diterima dan sampai kepada anak-anak waktunya tidak terlalu lama dari jarak masakan diolah.
"Itu solusinya, bukan sekadar nyari ada bakterinya. Semua kasus keracunan ujungnya sama, ada bakteri, perbaikannya enggak clear," terang Emil.
Emil menyebut bahwa BGN sudah kordinasi dengan Pemprov Jatim. Mereka menyebut tengah melalukan perbaikan tata kelola pelaksanaan.
"Mereka betul-betul lagi pengen berbenah. Ya kami dari Pemda tentu meskipun bukan pelaksana, harus memberikan dukungan sebaik-baiknya," pungkas dia.
