Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Muktamar ke-35 NU Diramaikan Pedagang Souvenir, Ikut Gerakkan Ekonomi
Azwar Anas di lapaknya dekat venue Muktamar ke-35 NU. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Jombang, IDN Times - Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tak hanya menjadi arena permusyawaratan warga nahdliyin, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pedagang suvenir. Sejumlah pedagang memanfaatkan padatnya aktivitas muktamirin di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, untuk mengais rezeki.

Pantauan IDN Times, Kamis (27/8/2026), stan pedagang berjajar di sepanjang Jalan KH Wahab Hasbullah, tak jauh dari akses masuk Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Berbagai pernak-pernik khas NU ditawarkan kepada peserta Muktamar maupun masyarakat yang datang ke lokasi.

Barang dagangan yang dijajakan cukup beragam, mulai peci, pin NU, tasbih, kaos bertuliskan Muktamar ke-35 hingga jas. Sejumlah pedagang juga membawa stok suvenir dalam jumlah cukup banyak untuk mengantisipasi meningkatnya kunjungan selama rangkaian Muktamar berlangsung.

Salah seorang pedagang, Azwar Anas (46), asal Jakarta, mengaku sudah membuka lapak sejak Rabu (26/8/2026). Ia memilih berjualan pin dan jas di sekitar pintu masuk Pondok Pesantren Bahrul Ulum karena menjadi salah satu titik yang banyak dilalui muktamirin.

Anas bilang, harga suvenir yang dijual cukup beragam. Pin NU, misalnya, ditawarkan mulai Rp10 ribu hingga Rp35 ribu. Sementara jas dijual dengan harga sekitar Rp350 ribu. “Harga pin ini beda-beda, ada yang Rp35 ribu, Rp25 ribu sampai Rp10 ribu. Kalau jas kisaran Rp350 ribuan,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Namun, pada hari pertama Muktamar, Anas mengaku transaksi belum terlalu ramai. Sebagian besar pengunjung masih sebatas melihat-lihat, bertanya mengenai harga, serta memilih model barang yang tersedia. “Biasanya kalau sudah mulai voting baru orang mau belanja, nampak nilai belanja orang. Kalau masih awal begini slow saja, nanya dulu, mungkin sekitar tanggal 29 nanti,” katanya.

Anas berharap puncak aktivitas Muktamar, terutama menjelang agenda pemilihan Ketua Umum PBNU pada 29 Agustus, ikut meningkatkan transaksi pedagang. Ia memperkirakan muktamirin akan lebih banyak menghabiskan waktu di sekitar lokasi sehingga peluang pembelian suvenir juga meningkat.

Bagi Anas, berjualan di Muktamar NU bukan pengalaman baru. Ia mengaku telah mengikuti kegiatan serupa selama tiga periode. Dari pengalaman sebelumnya, pendapatannya selama berjualan di arena Muktamar bisa mencapai puluhan juta rupiah. “Kami berharap karena datang dari jauh, semoga lancar semua, habis, walaupun enggak habis setidaknya separuh jalan. Tapi enggak tahu ekonomi sekarang bagaimana,” ucapnya.

Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Selain menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, kedatangan peserta dari berbagai daerah turut menggerakkan aktivitas perdagangan masyarakat di sekitar lokasi.

Editorial Team

Related Article