Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ikuti Google Maps, Truk Terguling di Jalur Ekstrem Sarangan Magetan

Kab. Magetan
Ikuti Google Maps, Truk Terguling di Jalur Ekstrem Sarangan Magetan
Truck bermuatan mangga dan perabotan terguling di jalan tembus Sarangan - Cemorosewu. (IDN Times/Istimewa)
  • Truk Isuzu bermuatan mangga dan perabotan terguling di tikungan ekstrem jalan tembus Telaga Sarangan, Magetan, setelah kesulitan menanjak, mundur ke kanan, lalu kehilangan keseimbangan.
  • Pengemudi Davit Iskandar selamat, sementara dua penumpang mengalami luka ringan: Alvin lecet di kaki kiri dan Pepen lecet di wajah. Muatan truk ikut terhambur.
  • Truk diduga memasuki jalur ekstrem Sarangan-Cemorosewu setelah mengikuti rute Google Maps; jalur pegunungan tersebut memiliki tanjakan, turunan, dan tikungan tajam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Magetan, IDN Times – Sebuah truk Isuzu bermuatan berat, buah mangga dan perabotan rumah tangga terguling di jalur ekstrem di jalan tembus wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026).

Kecelakaan tunggal tersebut terjadi di tikungan atas Omah Jowo, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Truk diduga mengalami kesulitan saat melintasi medan menanjak dan berkelok hingga akhirnya mundur dan terguling.

Truk Isuzu dengan nomor polisi B 9375 WXR itu dikemudikan Davit Iskandar (35), warga Pamulang, Jakarta Selatan. Saat kejadian, Davit tidak sendirian. Di dalam kendaraan juga terdapat dua penumpang, yakni Alvin Noor Fazri (24) dan Pepen (64).

Truk tersebut diketahui membawa muatan buah mangga serta sejumlah perabotan rumah tangga. Kendaraan bergerak dari arah bawah menuju kawasan Sarangan.

  1. 1. Truk kesulitan di tikungan, kemudian mundur

    Idntimes.com
    Truck bermuatan mangga dan perabotan terguling di jalan tembus Sarangan - Cemorosewu. (IDN Times/Istimewa)

    Kecelakaan bermula ketika truk tiba di salah satu tikungan yang cukup ekstrem. Di depan kendaraan terdapat sebuah pikap yang tidak diketahui identitasnya sedang berhenti.

    Pengemudi truk kemudian berupaya melakukan pengereman. Namun, rem kendaraan diduga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

    Kondisi tersebut membuat truk kesulitan dikendalikan. Kendaraan kemudian bergerak mundur ke arah kanan sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan dan terguling.

    Saksi mata, Bayu Supriyanto, mengatakan dirinya melihat truk tersebut kesulitan ketika melewati tikungan.

    “Truknya terlihat kesulitan saat berada di tikungan. Setelah itu mundur ke samping kanan dan akhirnya terguling,” ujar Bayu.

    Muatan berupa mangga dan sejumlah perabotan rumah tangga ikut terhambur setelah truk terguling. Beruntung, kecelakaan tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

  2. 2. Dua penumpang mengalami luka-luka

    Idntimes.com
    Truck bermuatan mangga dan perabotan terguling di jalan tembus Sarangan - Cemorosewu. (IDN Times/Istimewa)

    Dua penumpang truk mengalami luka ringan akibat kecelakaan tersebut.

    Alvin Noor Fazri mengalami luka lecet pada bagian kaki kiri. Sementara Pepen mengalami luka lecet pada bagian wajah.

    Keduanya masih dalam kondisi sadar setelah kecelakaan dan mendapatkan penanganan. Sementara pengemudi truk dilaporkan selamat.

    Kecelakaan tersebut dikategorikan sebagai kecelakaan tunggal. Petugas kemudian menangani lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang terguling.

  3. 3. Diduga mengikuti rute Google Maps

    Idntimes.com
    Truck bermuatan mangga dan perabotan terguling di jalan tembus Sarangan - Cemorosewu. (IDN Times/Istimewa)

    Peristiwa ini kembali menyoroti risiko kendaraan besar yang melintasi jalur menuju Sarangan tanpa memperhitungkan karakteristik medan.

    Berdasarkan informasi yang beredar, truk tersebut diduga masuk ke jalur menuju ektrem setelah mengikuti rute dari aplikasi navigasi seperti Google Maps.

    Untulk diketahui, jalan tembus Sarangan-Cemorosewu menuju Jawa Tengah ini memiliki karakteristik jalan pegunungan dengan tanjakan, turunan, serta sejumlah tikungan tajam.

    Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi kendaraan berukuran besar, terlebih truk dalam kecelakaan ini membawa muatan cukup berat.

    Karena itu, pengemudi kendaraan besar tidak cukup hanya mengandalkan aplikasi navigasi ketika memilih jalur perjalanan. Aplikasi memang dapat membantu menentukan arah, tetapi belum tentu mempertimbangkan seluruh aspek teknis kendaraan dan karakter medan secara spesifik.

    Kemampuan kendaraan menanjak, kondisi sistem pengereman, berat muatan, lebar jalan, hingga tingkat kemiringan medan menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan.

    Kecelakaan truk di jalur Sarangan ini pun menjadi pengingat bahwa rute yang ditunjukkan aplikasi navigasi belum tentu merupakan rute yang paling aman bagi semua jenis kendaraan.

    Terlebih bagi kendaraan berat, pemilihan jalur seharusnya dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi jalan, kondisi geografis, serta kemampuan kendaraan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More