Buruh hingga Mahasiswa di Surabaya Tak Ada Rencana Aksi ke Jakarta

- Elemen buruh, ojol, mahasiswa, dan LBH di Surabaya memastikan tidak memiliki rencana mengikuti aksi di Jakarta pada 27 Agustus 2026.
- FSPMI Jawa Timur memilih menggelar aksi di Surabaya pada awal September 2026, dengan tuntutan pembuatan UU Ketenagakerjaan baru sesuai putusan MK.
- BEM Nusantara Jatim tidak mengorganisasi keberangkatan ke Jakarta; hanya satu anggota berangkat sendiri, sementara aktivis ojol belum merencanakan aksi.
Surabaya, IDN Times - Elemen masyarakat hingga mahasiswa di Kota Surabaya memastikan tidak berencana mengikuti aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Jakarta pada Kamis (27/8/2026). Sejumlah elemen memilih tidak berangkat ke Ibu Kota dan menyiapkan agenda aksi di Jawa Timur pada waktu berbeda.
Dari kalangan buruh, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, Nuruddin Hidayat, memastikan tidak ada anggota organisasinya yang akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi AMPB.
Menurut Nuruddin, FSPMI Jawa Timur justru tengah menyiapkan aksi di Jawa Timur pada awal September 2026. Meski belum menentukan tanggal pelaksanaan, aksi tersebut dipastikan akan digelar di Surabaya.
"Tidak (tidak aksi di Jakarta), di Jatim rencananya awal September," ujar Nuruddin kepada IDN Times, Rabu (26/8/2026).
Nuruddin mengatakan, aksi buruh di Surabaya nantinya akan membawa sejumlah tuntutan, salah satunya terkait pembentukan undang-undang ketenagakerjaan yang baru sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
"(Tuntutan) soal pembuatan UU Ketenagakerjaan yang baru sebagaimana putusan MK," ungkapnya.
Sementara itu, dari elemen pengemudi ojek online (ojol), juga belum ada rencana untuk berangkat ke Jakarta. Aktivis Ojol Jawa Timur, Daniel Rongrong, mengatakan pihaknya belum memiliki agenda aksi untuk mengikuti aksi AMPB di Jakarta.
"Belum (belum ada rencana aksi)," ucap Daniel.
Hal serupa disampaikan elemen mahasiswa. Koordinator BEM Nusantara Jawa Timur, Muhammad Zainur Abdillah, mengatakan organisasinya tidak mengagendakan keberangkatan ke Jakarta untuk aksi pada 27 Agustus.
Menurut Zainur, hanya satu anggota BEM Nusantara Jatim yang berangkat ke Jakarta. Keberangkatan tersebut dilakukan secara pribadi dan tidak mengatasnamakan keberangkatan organisasi.
"Dia sendirian, gak ngajak teman," terang Zain kepada IDN Times.
Dari kalangan masyarakat sipil, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Surabaya juga menyebut belum menerima informasi mengenai adanya aktivitas atau keberangkatan masyarakat Surabaya ke Jakarta untuk mengikuti aksi tersebut.
"Belum ada info ke saya (soal rencana masyarakat berangkat aksi ke Jakarta)," ujar Direktur LBH Surabaya, Habibus Shalihin.
Dengan demikian, hingga Rabu (26/8/2026), sejumlah elemen yang ditemui di Surabaya belum menunjukkan adanya agenda keberangkatan bersama dari Jawa Timur untuk mengikuti aksi AMPB di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).


















