Malang, IDN Times - Arema FC menjadi salah satu tim yang sering mengorbitkan pemain-pemain asing ke Super League. Ada banyak nama yang akhirnya sukses seperti Carlos Fortes, Gustavo Almeida, William Moreira, hingga Julian Guevara. Ternyata ada alasan tersendiri kenapa Singo Edan lebih suka mencari talenta dari negeri sebrang ketimbang pemain asing yang sudah bermain di Indonesia.
Arema Ungkap Alasan Jarang Rekrut Pemain Asing dari Super League

1. Arema FC mengungkapkan kalau pemain yang sudah bermain di Super League harganya naik signifikan
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi mengakui jika timnya memang jarang melirik pemain-pemain asing yang sudah pernah bermain di Super League. Menurutnya, pemain-pemain asing yang sudah pernah memperkuat tim-tim Indonesia cenderung menjadi mahal dari harga awalnya.
"Pemain-pemain yang sudah bermain di Indonesia harganya cenderung naik sampai 3 kali lipat. Mungkin karena faktor sudah adaptasi dengan sepak bola di sini, jadi lebih baik kami cari yang di luar negeri saja," terangnya pada Minggu (19/7/2026).
Yusrinal mengakui memang banyak agen pemain yang menawarkan pemain-pemain asing dari Super League. Tapi Arema FC memiliki pertimbangan tersendiri pada anggaran untuk rekrutmen pemain asing.
2. Arema FC yakin pemain-pemain yang direkrut akan mudah beradaptasi
Yusrinal meyakini pemain-pemain asing yang mereka bawa akan cepat beradaptasi di tim Arema FC. Pasalnya 90 persen pemain asing yang mereka bawa berasal dari negara yang sama yaitu Brasil. Bahkan Pelatih Arema FC, Marcos Santos, juga berasal dari Negeri Samba. Satu-satunya pemain Singo Edan yang bukan dari Brasil hanya Julian Guevara yang berasal dari Kolombia, itupun ia juga fasih berbahasa Portugis dan Indonesia.
"Semua pemain asing yang kami rekrut merupakan keinginan pelatih sendiri. Jadi kami yakin mereka akan beradaptasi dengan baik di sini," pungkasnya.
3. Musim ini Arema FC merekrut 4 pemain Brasil, semuanya tidak pernah bermain di Indonesia
Musim ini, Arema FC telah merekrut sebanyak 4 pemain asing yang sama-sama tidak pernah bermain di Indonesia. Mereka adalah Diego Luiz Landis dan Raianderson da Costa Morais yang sebelumnya bermain di Liga Super Malaysia. Marcos Vinicius yang sebelumnya dari Serie C Brasil, dan Gustavo Henrique yang sebelumnya bermain di V.League 1 atau kompetisi teratas Vietnam.
Sementara 7 pemain asing lainnya ada pemain-pemain yang dipertahankan sejak Super League 2025/2026. Mereka adalah Julian Guevara, Matheus Blade, Betinho, Gabriel Silva, Gustavo França, Joel Vinicius, dan Walisson Maia.