Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggaran Literasi Dipangkas, 153 Perpus Desa di Magetan Stop Buku Baru
Siswa membaca buku di kantor llKearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan. IDN Times/Riyanto.

  • DAK nonfisik Perpusnas untuk Magetan turun dari sekitar Rp1,1 miliar pada 2025 menjadi Rp600 juta pada 2026 dan diproyeksikan Rp500 juta pada 2027.
  • Sebanyak 153 perpustakaan desa tidak lagi menerima buku baru; koleksi perpustakaan daerah serta judul buku elektronik juga belum dapat ditambah atau diperbarui.
  • Dinas tetap menjalankan bimbingan teknis dan kegiatan literasi desa, sambil mendorong penggunaan E-Perpusda untuk menjaga akses bacaan dan mendukung IPLM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Magetan, IDN Times – Kebijakan efisiensi anggaran mulai terasa hingga ke pelosok desa di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat membuat 153 perpustakaan desa tak lagi mendapat bantuan buku baru. Kondisi tersebut terjadi setelah anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan mengalami penurunan signifikan.

1. Anggaran turun hampir setengah

Siswa membaca buku di kantor llKearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan. IDN Times/Riyanto.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Endang Ambarwati, mengatakan pada 2025 pihaknya masih menerima DAK nonfisik sekitar Rp1,1 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program literasi, termasuk pengadaan dan pemberian buku baru ke perpustakaan desa.

Namun, pada 2026 anggaran tersebut merosot menjadi sekitar Rp600 juta. Kondisi ini membuat dinas harus memangkas sejumlah program. "Tahun 2027 bahkan tinggal Rp500 juta. Dampaknya, program literasi seperti bantuan buku untuk desa itu sudah tidak ada lagi, jumlahnya ada sekitar 153 perpustakaan desa," ujar Endang, Selasa (11/8/2026).

2. Bukan hanya perpustakaan desa yang terdampak

Siswa membaca buku di kantor llKearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan. IDN Times/Riyanto.

Pemangkasan anggaran tidak hanya membuat perpustakaan desa kehilangan kesempatan mendapat koleksi buku baru. Endang menyebut koleksi bacaan di perpustakaan daerah juga dipastikan belum bisa ditambah maupun diperbarui. Kondisi serupa terjadi pada koleksi bahan bacaan digital yang dikelola pemerintah daerah.

Minimnya anggaran membuat penambahan judul buku elektronik semakin terbatas. Padahal, koleksi buku menjadi salah satu komponen dalam pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). "Indikator IPLM kan salah satunya koleksi buku. Maka dari itu kita sosialisasikan tentang penggunaan e-book atau E-Perpusda untuk mengantisipasi efisiensi ini," jelasnya.

3. Bantuan buku baru dihentikan, Endang memastikan kegiatan literasi di desa tidak ikut berhenti

Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan. IDN Times/Riyanto.

Pada 2025, IPLM Kabupaten Magetan tercatat mencapai 6,64. Namun, pada tahun ini terdapat perubahan sejumlah komponen penilaian sehingga Dinas Kearsipan dan Perpustakaan harus melakukan penyesuaian strategi. Meski bantuan buku baru dihentikan, Endang memastikan kegiatan literasi di desa tidak ikut berhenti. Berbagai bimbingan teknis dan kegiatan literasi tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi anggaran. "Banyak bimbingan teknis yang dilaksanakan di setiap desa. Ya, walaupun kebanyakan sumbernya tetap dari buku. Tapi dengan adanya efisiensi ini kita dorong penggunaan buku digital," katanya.

Pemerintah daerah berharap keterbatasan koleksi fisik tidak membuat minat baca masyarakat ikut menurun. Pemanfaatan E-Perpusda kini menjadi salah satu opsi untuk menjaga akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus mempertahankan capaian IPLM Magetan.

Editorial Team

Related Article