Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Alamat Rumah Isolasi Berbasis Desa di Banyuwangi Bisa Dicek via Online

Alamat Rumah Isolasi Berbasis Desa di Banyuwangi Bisa Dicek via Online
Salah satu rumah isolasi di Banyuwangi. IDN Times/Istimewa
Share Article

Banyuwangi, IDN Times - Ratusan alamat rumah isolasi yang siap mengarantina para pemudik di Kabupaten Banyuwangi tersedia di peta online dalam website www.corona.banyuwangikab.go.id. Masyarakat bisa memeriksa detail alamat, nama penanggung jawab, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Setiap pemudik dari zona merah yang datang ke Banyuwangi harus menjalani isolasi selama 14 hari di rumah tersebut. Rumah-rumah berbasis desa tersebut memang disiapkan untuk pemudik yang tak ingin mengganggu keluarganya, maupun kekurangan kamar untuk isolasi mandiri di rumah sendiri.

“Semua informasinya lengkap di website. Tinggal klik saja, lalu pilih lokasi rumah singgah mana yang diinginkan. Saya dapat info, sudah mulai banyak yang mengakses, terutama mereka yang akan mudik ke Banyuwangi,” kata Kepala Dinas Kominfo Banyuwangi Budi Santoso, Rabu (15/4).

1. Terdapat 216 rumah isolasi

Ilustrasi. Kamar rumah isolasi berbasis desa di Banyuwangi. IDN Times/Istimewa
Ilustrasi. Kamar rumah isolasi berbasis desa di Banyuwangi. IDN Times/Istimewa

Saat ini, kata Budi, sudah ada 216 rumah isolasi dengan lebih dari 500 kamar dan 800 bed yang tersedia. Rumah isolasi tersebut tersebar di berbagai desa.

"Datanya bisa dilihat di website. Jadi pemudik yang ingin memanfaatkannya bisa langsung lihat website dan telepon masing-masing rumah isolasi yang paling dekat dengan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Rumah isolasi di setiap desa tidak hanya memanfaatkan fasilitas gedung pemerintah, namun juga rumah milik warga yang tidak ditempati.

"Seperti rumah isolasi milik warga di Dusun Parastembok, Desa Jambewangi Kecamatan Sempu. Di sana terdapat sejumlah warga pemudik yang melakukan isolasi, di antaranya warga yang datang dari Malang dan Surabaya. Mereka sudah menghuni rumah singgah tersebut selama delapan hari," katanya.

2. Kebutuhan makan dipenuhi

Ilustrasi makanan/youtube.com
Ilustrasi makanan/youtube.com

Selama menempati rumah isolasi, kebutuhan dasar seperti makanan dicukupi oleh pemerintah desa. Secara gotong royong, warga juga memberi sembako dan memberi makanan.

"Selain dijamin kebutuhan sehari-harinya oleh warga desa, penghuni rumah singgah juga akan dipantau secara khusus oleh petugas kesehatan puskesmas setempat. Kami terus pantau kesehatannya,” jelas Kepala Puskesmas Sempu Hadi Kusairi.

3. Isolasi dipantau bersama warga

ilustrasi ruang isolasi (IDN Times/Wira Sanjiwani)
ilustrasi ruang isolasi (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Hadi menambahkan, di wilayah kerjanya terdapat empat rumah singgah yang disediakan oleh warga. Warga desa telah bersepakat membuat aturan bahwa siapa pun pendatang dari daerah lain wajib melakukan isolasi mandiri. Baik di rumah keluarga yang dituju, maupun di rumah singgah.

“Rencananya, dalam waktu dekat ada warga pekerja migran di Malaysia yang akan pulang kemari. Kepada mereka, nanti akan kami terapkan karantina di rumah isolasi. Kami cek kondisi kesehatannya,” ucap Hadi.

Share Article
Topics
Editorial Team
Mohamad Ulil Albab
EditorMohamad Ulil Albab

Latest News Jawa Timur

See More

Viral Pocong, Plh Wali Kota Surabaya: Lebokno Botol Rek!

31 Mei 2026, 20:15 WIBNews