Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AHY: Ponpes Al Khoziny Dibangun Rp122 Miliar, Sudah 50 Persen
AHY saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • AHY meninjau pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo senilai Rp122 miliar yang kini telah mencapai progres 50 persen dan dikerjakan oleh Kementerian PUPR bersama Waskita.
  • Kompleks baru ponpes mencakup asrama untuk 850 santri, masjid berkapasitas 1.200 jemaah, serta ruang kelas terhubung dengan standar keselamatan tinggi dari konsultan teknis.
  • Terdapat 67 lampu di plaza sebagai simbol mengenang santri korban ambruknya gedung tahun 2025, sementara AHY menegaskan pentingnya pembangunan sesuai standar kelayakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sidoarjo, IDN Times - Menteri Kordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). Ia memastikan, progres bangunan baru yang memakan anggaran Rp122 miliar itu kini sudah 50 persen.

Pantauan IDN Times, proyek bangunan baru pondok pesantren yang berada di Jalan Kartika, Sidoarjo itu sudah berdiri megah. Progres pembangunan masuk tahap arsitektur awal atau pemasangan dinding.

Proyek ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Tender proyek tersebut yakni Waskita.

"Saat ini progresnya sudah lebih dari 50 persen. Beberapa bulan ke depan ini bisa kita tuntaskan," katanya, di Ponpes Al-Khoziny gedung lama, Rabu (24/6/2026).

AHY menyebut, ponpes memiliki tiga bangunan utama. Mulai dari bangunan untuk asrama tempat tinggal santri dan ustaz, masjid dan ruang kelas.

"Tempat tinggal para santri. Itu bisa mengakomodasi sekitar 850-an santri. Itu terdiri dari santri Ibtidaiyah, Tsanawiyah, maupun Aliyah, dan sebagian untuk para ustadz," ucapnya.

Bangunan masjid bisa menampung 1.200-an jemaah. Kemudian untuk ruang kelas berkapasitas 30-an santri. Semua bangunan tersebut saling terhubung dengan mempertimbangkan keselamatan santri.

"Semua saling terhubung dan terintegrasi dengan standar keselamatan yang juga sudah dihitung dengan cermat oleh Kementerian Pekerjaan Umum, oleh kontraktor Waskita, dan didukung oleh konsultan yang setiap saat memberikan masukan-masukan secara teknis terkait dengan pembangunan atau renovasi gedung," terang dia.

Tak cuma itu, di bangunan baru nantinya akan ada ornamen berupa lampu berjumlah 67 sebagai simbol mengenang santri yang meninggal dalam peristiwa ambruknya pondok pesantren pada September 2025 lalu.

"Di plaza Ponpes Al-Khoziny nanti akan ada 67 lampu yang terpasang, mewakili 67 syuhada yang sudah pergi lebih dahulu. Lewat penanda ini, kami harap perjuangan mereka tetap membersamai kita," jelasnya.

Pembangunan gedung baru Ponpes Al Khoziny ini memakan anggaran Rp122 miliar. Anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBN).

"Anggaran untuk renovasi atau pembangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny ini tadi saya dilaporkan kurang lebih Rp122 miliar," ungkap dia.

AHY pun berpesan kepada pihak yang mengerjakan proyek tersebut agar pembangkit gedung dilakukan dengan betul-betul. Hal ini agar insiden gedung ambruk tak terjadi lagi.

"Saya tadi berpesan agar selesaikan semua proses pembangunan dengan sebaik mungkin, tidak boleh ada yang sembarangan begitu, harus benar-benar sesuai dengan standar kelayakan," pungkas dia.

Editorial Team

Related Article