Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7.000 PMI Jatim Ada di Timur Tengah, BP3MI Siapkan Hotline

7.000 PMI Jatim Ada di Timur Tengah, BP3MI Siapkan Hotline
Ilustrasi ketegangan geopolitik Israel dan Iran di kawasan strategis Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas energi dan keamanan global. Source. Ilustrasi digital (AI-generated)
Intinya Sih
  • Sekitar 7.000 pekerja migran asal Jawa Timur tercatat bekerja di kawasan Timur Tengah, dengan mayoritas berada di Arab Saudi, disusul Turki dan Qatar.
  • BP3MI Jatim menyiapkan hotline 24 jam serta tim pendataan real-time untuk menjaga komunikasi dan perlindungan bagi PMI di tengah situasi geopolitik yang memanas.
  • Berbagai skenario termasuk evakuasi dan repatriasi telah disiapkan, lengkap dengan dukungan rehabilitasi bagi PMI yang terdampak konflik saat kembali ke tanah air.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 7.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Jawa Timur tercatat bekerja di Timur Tengah. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) menyiapkan hotline untuk menanggapi memanasnya situasi Timur Tengah pasca konflik Iran Vs Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Kepala BP3MI Jawa Timur, Gimbar Ombai Helawarnana berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) total PMI di Timur Tengah mencapai 7.000 orang. Mayoritas bekerja di Arab Saudi. “Mayoritas Arab Saudi hingga mencapai angka 3.994 PMI,” kata Gimbar Sabtu (7/3/2026).

Disusul Turki tercatat menampung 958 PMI asal Jatim, dan Qatar berada di posisi berikutnya dengan 638 PMI. Sementara di Iran ada 5 PMI. “Tidak tercatat penempatan ke negara Israel selama 5 tahun terakhir, untuk Lebanon sebanyak 1 PMI, dan Yordania sebanyak 13 PMI,” kata dia.

Pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan komunikasi dengan PMI tetap berjalan untuk menanggapi memanasnya situasi geopolitik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan hotline. “KP2MI sendiri memiliki hotline 24 jam yang dapat dihubungi PMI yang berada di luar negeri melalui nomor +6221 2924 4800 dan kami melayani penerimaan pengaduan baik dari PMI legal maupun illegal,” terang Gimbar.

BP3MI Jatim juga menyiapkan tim untuk mendata PMI secara realtime. Hal ini memastikan PMI di Timur Tengah mendapat perlindungan. “KP2MI melalui Dirjen Pelindungan membentuk Tim Crisis Monitoring Geopolitik dengan tujuan untuk melakukan pendataan PMI secara real-time dengan tujuan memonitor dan memberikan pelindungan bagi PMI,” katanya.

Bila situasi di Timur Tengah kian memanas, pihaknya menyiapkan berbagai skenario. Salah satunya, menyiapkan evakuasi PMI. “KP2MI menyiapkan berbagai skenario dan kemungkinan yang dapat terjadi, mengingat konflik yang masih dapat mengalami esklasi,” ungkapnya.

BP3MI Jatim mengatakan siap menerima pemulangan PMI. Ini bila situasi di sana terus memanas. "Kami tentunya siap menerima repatriasi dan juga memfasilitasi kepulangan sampai daerah asal saat ketibaan PMI di Bandara Juanda,” beber Gimbar.

Pihaknya juga akan bekerjasama dengan pemerintahan daerah setempat untuk melakukan rehabilitasi. Ini jika PMI pulang mengalami gangguan kesehatan atau psikologis.

“Mengingat pasti PMI dalam keadaan tertekan dan terpukul akan keberadaan mereka di negara yang sedang berkonflik,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More