Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kandidat Ketum PBNU Berbesar Hati, Gus Ipul: Semua Hadir Penutupan
Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, KH Saifullah Yusuf alias Gus Ipul saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026). Dok. Youtube
  • Muktamar ke-35 NU menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.
  • Lima kandidat Ketua Umum PBNU tetap menghadiri penutupan Muktamar di Jombang, yang dinilai Gus Ipul menunjukkan kedewasaan dan sikap legawa.
  • Gus Ipul menekankan perbedaan selama Muktamar diselesaikan lewat musyawarah, lalu seluruh warga NU diajak bersatu mengawal kepemimpinan baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jombang, IDN Times - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031. Di tengah berakhirnya kontestasi, perhatian Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, KH Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, justru tertuju pada sikap lima kandidat yang tetap hadir bersama dalam penutupan Muktamar.

Gus Ipul menyebut sikap para kandidat menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi. Lima nama yang sebelumnya masuk dalam penjaringan calon Ketua Umum PBNU tetap hadir setelah proses pemilihan berakhir. Kelima nama tersebut yakni Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, KH Yahya Cholil Staquf, KH Yusuf Chudlori, dan KH Abdussalam Sohib.

"Kita hari ini bersyukur sekali, lima usulan nama dari wilayah dan cabang yang tidak terpilih semuanya hadir di tengah-tengah kita," ujar Gus Ipul saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).

Menurut Gus Ipul, kehadiran seluruh kandidat tersebut menjadi gambaran bahwa kontestasi kepemimpinan di tubuh NU tidak harus berujung pada perpecahan. Perbedaan pilihan dalam proses pemilihan dapat diterima dengan sikap legawa.

"Ini menunjukkan bahwa kader-kader NU berbesar hati di tengah-tengah perbedaan yang ada," tegasnya.

Sikap tersebut dinilai penting setelah rangkaian Muktamar ke-35 diwarnai dinamika dan perdebatan, termasuk dalam proses pencalonan Ketua Umum PBNU.

Gus Ipul menegaskan perbedaan pendapat merupakan bagian dari tradisi Muktamar NU. Namun, NU memiliki mekanisme dan kultur tersendiri untuk menyelesaikan setiap perbedaan, yakni melalui musyawarah dengan mengedepankan peran para kiai, ulama, sesepuh, serta adab santri.

"Tentu selama muktamar ada dinamika, ada perdebatan, ada perbedaan pendapat. Tetapi begitulah muktamar. NU tidak pernah sepi dari perbedaan pendapat," katanya.

Menurutnya, berakhirnya kontestasi harus menjadi momentum untuk mengakhiri sekat-sekat akibat perbedaan pilihan. Seluruh elemen NU kini memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengawal kepemimpinan baru.

Gus Ipul pun menyampaikan selamat kepada Gus Kikin yang mendapat amanah sebagai Ketua Umum PBNU serta KH Miftachul Akhyar yang kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

"Semoga kepemimpinan beliau berdua membawa NU semakin kokoh dan semakin besar khidmatnya di tengah-tengah umat, bangsa, dan negara," katanya.

Ia berharap sikap berbesar hati yang ditunjukkan para kandidat menjadi modal penting untuk menjaga persatuan NU setelah Muktamar. "Muktamar sudah selesai. Sekarang waktunya kami semua, warga besar Nahdlatul Ulama kembali untuk bergandengan tangan dan kembali memperkuat khidmah untuk umat, bangsa, dan negara," pungkas Gus Ipul.

Curated For You

Editorial Team

Related Article