Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Ribu Lebih Anak di Kota Malang Tak Sekolah, Pilih Menikah dan Kerja
Ilustrasi Pendidikan (IDN Times/Arief Rahmat)

Malang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengumumkan bahwa lebih dari 3 ribu anak di Kota Malang tidak melanjutkan sekolah. Jumlah ini memang menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tapi masih tergolong tinggi untuk Kota Malang yang dijuluki Kota Pendidikan.

1. Pemkot Malang menyampaikan total ada 3.468 anak tidak sekolah

Ilustrasi Sekolah (IDN Times/Arief Rahmat)

Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan mengatakan jika mereka mendata ada 3.468 anak tidak sekolah di wilayah Kota Malang pada Januari 2025. Jumlah ini sebenarnya menurun dibandingkan saat pendataan pada September 2024 yaitu 5.534 anak tidak sekolah.

"Kita mengumpulkan data ini dari Dinas Pendidikan, memang sebanyak 3.468 anak tidak sekolah di Kota Malang. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 2.066 dibandingkan dibandingkan tahun lalu," terangnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (18/1/2025).

2. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang mencatat anak tidak sekolah sebagian besar karena menikah dan bekerja

Ilustrasi Pernikahan (IDN Times/Arief Rahmat)

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dipendikbud) Kota Malang, Suwarjana mengatakan jika penyebab anak tidak sekolah sebagai besar karena menikah dan bekerja. Terdata 1.092 anak tidak sekolah karena menikah dan bekerja, sementara 2.376 sisanya belum terverifikasi.

"Rata-rata anak-anak ini putus sekolah saat SMP dan SMA karena sudah menikah dan bekerja. Jadi merasa tidak perlu melanjutkan pendidikan karena sudah mendapatkan penghasilan cukup," bebernya.

Selain itu, ada juga anak-anak perempuan yang sudah menikah tidak diizinkan melanjutkan pendidikan oleh suaminya. Padahal mereka masih bisa melanjutkan pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

3. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang ditantang untuk menyelesaikan masalah ini

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Suwarjana mengatakan jika fakta ini menjadi tantangan bagi Dipendikbud Kota Malang untuk menyelesaikan. masalah anak tidak sekolah ini. Mereka dituntut jemput bola daripada hanya melakukan sosialisasi yang tidak efektif.

"Kami harus jemput bola dan memastikan langkah di lapangan agar tidak ada lagi anak tidak sekolah. Kita juga akan bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Cabang Dinas Pendidikan," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team