Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

24 Anak di Jatim Alami Gagal Ginjal Misterius, Surabaya Bagaimana?

24 Anak di Jatim Alami Gagal Ginjal Misterius, Surabaya Bagaimana?
ilustrasi ginjal (unsplash.com/Robina Weermeijer)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) menyebut 24 anak di Jawa Timur terjangkit gagal ginjal misterius. Di Kota Surabaya bahkan sempat diisukan ada 10 kasus, Namun, Pemerintah Kota Surabaya masih belum dapat memastikan data tersebut.

1. Pemkot sedang tunggu data dari pusat

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat ditemui usai persemian rumah padat karya di Manyar, Rabu (10/8/2022). (IDN Times/Khusnul Hasana)
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat ditemui usai persemian rumah padat karya di Manyar, Rabu (10/8/2022). (IDN Times/Khusnul Hasana)

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan hingga saat ini pihaknya masih belum mendapat laporan tentang data kasus gagal ginjal misterius pada anak. Pihaknya sedang menunggu data dari pemerintah pusat.

"Kita belum ada laporan, dan itu memang dari pusat. Kita gak bisa menyampaikan. Jadi mohon tunggu dari pusat," ujar Eri, Rabu (19/10/2022).

2. Sosialisasi pencegahan mulai dilakukan

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meresmikan Jembatan Sawunggaling, Sabtu (1/5/2021). IDN Times/Fitria Madia
Menteri Sosial RI Tri Rismaharini bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meresmikan Jembatan Sawunggaling, Sabtu (1/5/2021). IDN Times/Fitria Madia

Meski begitu, pihaknya sedang gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah gagal ginjal misterius pada anak. Seperti mendatangi setiap sekolah.

"Sudah turun Dinkesnya untuk menyanpaikan di sekolah di titik tertentu bagaimana menjaga kesehatan, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) itu yang penting sebenaranya," ungkap dia.

Untuk meningkatkan PHBS, ia akan mengontrol makanan anak di sekolah. Jajan anak di sekolah akan di pusatkan di kantin, bukan jajan di luar sekolah.

"Kita sedang berdiskusi di sekolah-sekolah agar makannya di kantin yang makanannya bisa dijaga," tutur Eri.

3. Orangtua diminta pantau kesehatan pada anak

Ilustrasi ginjal (theconversation.com)
Ilustrasi ginjal (theconversation.com)

Untuk mencegah penyakit pada anak, pihaknya telah meminta setiap orangtua untuk memantau kesehatan anak. Puskesmas diminta untuk membantu orangtua menjaga kesehatan pada anak

"Kalau anaknya sakit, yang sedih juga orangtuanya. Nah orangtuanya juga harus menjaga anaknya," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Khusnul Hasana
EditorKhusnul Hasana

Latest News Jawa Timur

See More

Muhadjir Effendy Sebut Indonesia Masuki Fase Krisis

11 Jun 2026, 14:33 WIBNews