Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
2 Hari Bolos Kerja, Pria Banyuwangi Ditemukan Tewas di Lantai Dapur
Ilustrasi Mayat. IDN Times/Mardya Shakti

Banyuwangi, IDN Times - Warga kampung di lingkungan Krajan Surodilagan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dihebohkan oleh mayat tetangganya. JD (49) ditemukan dalam kondisi terbujur kaku tak bernyawa di lantai dapur rumah.

1. Dua hari bolos kerja

ilustrasi perawatan pasien di rumah sakit (247nursing.com.au)

Jauh hari sebelum mayat ditemukan, korban diketahui dalam kondisi tak enak badan. Namun korban masih terlihat beraktivitas. Selanjutnya sejak Jumat (10/2/2023), korban diketahui tidak masuk kerja. 

Hingga akhirnya pada hari Minggu (12/2/2023), kerabat korban menjenguknya. Saat itu kondisi rumah korban gelap-gelapan, tak ada lampu yang dinyalakan. 

"Katanya sakit kok tidak ada kabar lagi, akhirnya dicek ke rumahnya. Lampu rumah juga mati, saat itu sekitar jam 19.00 WIB," kata Kapolsek Banyuwangi, AKP Kusmin, Senin (13/2/2023).

2. Rumah gelap-gelapan

Ilustrasi mati lampu. Unsplash.com/Matt Antonioli

Saat memasuki rumah korban, semua lampu dalam kondisi padam. Kecuali lampu di bagian dapur yang masih menyala. Dipikirnya korban sedang mengambil makanan. Namun kerabat korban kaget saat melihat tubuh JD tergeletak di lantai sudah tak bernyawa. 

"Terlihat awalnya hanya kaki korban, setelah dilihat keseluruhan ternyata benar itu adalah mayat korban. Kemudian dia memberitahukan ke anggota keluarga korban," kata Kusmin. 

3. Keluarga menolak autopsi

Ilustrasi korban di rawat petugas medis (IDN Times/Sukma Shakti)

Menurut Kusmin, di lantai dekat korban tergeletak ditemukan bekas darah. Diduga, korban terpeleset dan terbentur. Hasil visum juga menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Polisi juga sempat menawarkan autopsi, namun pihak keluarga menolaknya.

"Korban lalu dievakuasi, hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Keluarga menolak untuk autopsi dan menerima kematian korban," ungkap Kusmin. 

Editorial Team

Related Article