Prabowo Subianto saat bertemu kiai kampung di Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Prabowo Subianto menyampaikan gagasannya dengan menceritakan kisah-kisahnya saat masih menjadi bagian Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dari 1974 sampai 1998. Di sana ia menyampaikan jika sejak saat itu ia siap mati demi Indonesia.
"Saya waktu masih muda pernah tanda tangan siap mati untuk negara Indonesia. Saya ingin rakyat kita hidup dengan martabat dan harga diri, tidak hidup dalam kemiskinan," terangnya.
Prabowo juga menyampaikan jika Indonesia tidak akan bisa berdiri tanpa kedaulatan rakyat. Dan ia menegaskan bahwa kepemimpinan tertinggi adalah di tangan rakyat. Sehingga ia meminta mandat untuk memimpin negeri ini sebagai Presiden Republik Indonesia (RI).
"Indonesia adalah negara di mana rakyat yang berdaulat yaitu negara demokrasi dan negara Pancasila, yang mana pendiri bangsa kita menghendaki yang berdaulat adalah rakyat. Kita tidak mau menjadi kerajaan, kota juga tidak mau berada di bawah rezim diktator," jelasnya.
Dalam kesempatan itu seorang perempuan juga menanyakan tentang regulasi ekspor hasil pertanian, seperti singkong. "Bapak ngomong banyak soal ekspor nikel, tapi di sini kan ga ada pak. Di sini adanya singkong. Bagaimana regulasi bapak soal ini nantinya?"
Namun, Prabowo sepertinya tidak menangkap maksud dari pertanyaan tersebut. Ia malah menjawab soal hal lain. "Jadi Malang ini kan bagian dari Indonesia, nanti hasilnya itu akan digunakan untuk meningkatkan penghasilan guru. Jadi ketela pohon itu potensial," kata dia.