Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Damkar Surabaya (2) 2.jpg
Kondisi banjir di Surabaya. Dok. Diskominfo Surabaya.

Intinya sih...

  • Hujan deras menyebabkan banjir di 18 titik di Surabaya

  • Pemerintah kota mengerahkan 97 armada penyedot air untuk penanganan genangan

  • Penyedotan genangan dilakukan di 18 lokasi, dengan tambahan tangki dari DLH untuk wilayah yang sulit dijangkau

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak Minggu sore (4/1/2026) menyebabkan banjir di sedikitnya 18 titik. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung mengerahkan puluhan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mempercepat penanganan genangan.

Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan penanganan banjir dilakukan secara masif sejak pukul 16.00 WIB. Dari total 97 unit kendaraan yang dimiliki DPKP, sebanyak 30 unit armada khusus difungsikan untuk menyedot genangan air.

“Sejak pukul 16.00 WIB petugas sudah bergerak melakukan pemantauan dan penyedotan genangan. Pergerakan armada bersifat dinamis, menyesuaikan kondisi lapangan dan laporan masyarakat,” ujar Laksita Rini.

Hingga malam hari, penyedotan genangan telah dilakukan di 18 lokasi, di antaranya Jalan Raya Dukuh Kupang Baru, Rungkut Mejoyo Selatan, Simo Kalangan, Ketintang Telkom, Dukuh Kupang Timur, Tengger Kandangan, Jalan Gadung, kawasan Pandugo Baru depan RS EC, Ngagel Rejo, Simo Hilir dekat bozem, Tanjungsari dan Simorejosari, Teluk Betung, Tenggilis Mejoyo depan SMAN 14, Simo Gunung, Wisma Sejahtera Jambangan, hingga area RS Ewa Pangalila.

Selain itu, genangan juga terpantau di sejumlah titik lain seperti Jalan Margorejo dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter, RSIA Kendangsari mencapai 20–30 sentimeter, RS Ubaya, Jalan Purimas, Putat Jaya, Kupang Baru, Gayungsari Barat, serta Simo Hilir yang sempat tergenang hingga sekitar 60 sentimeter.

“Penanganan dilakukan bertahap dengan melibatkan unit dari berbagai pos, seperti Pos Kalirungkut, Gunung Anyar, Jambangan, Grudo, Pakis TVRI, dan Margomulyo, dibantu armada DLH serta peralatan BPBD,” jelasnya.

Di tengah fokus penanganan banjir, petugas DPKP juga harus menangani lima hingga enam kejadian kebakaran yang terjadi hampir bersamaan. Meski demikian, seluruh laporan dapat ditangani berkat koordinasi cepat antarpos.

“Meski banjir dan kebakaran terjadi bersamaan, semua laporan tetap tertangani. Pos terdekat langsung bergerak,” tegas Laksita Rini.

Sebanyak 150 hingga 180 personel diterjunkan untuk mendukung operasi ini. Seluruh pergerakan armada dari 23 pos pemadam kebakaran dipantau dan dikendalikan melalui Command Center 112.

Sementara itu, Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto mengatakan pihaknya mengerahkan 23 armada tangki untuk membantu percepatan penyedotan genangan di berbagai wilayah.

“Kami menurunkan 23 tangki agar titik genangan bisa dijangkau lebih cepat,” kata Dedik.

DLH Surabaya juga menangani dampak cuaca ekstrem berupa delapan kejadian pohon tumbang dan sempalan di berbagai lokasi, antara lain di depan Rusun Penjaringan Sari 4, Jalan Diponegoro, Jalan Tanjung Sadari, Jalan Demak Utara, Jalan Raya Kutisari Indah, Medokan Asri, Jalan Pengenal, serta Jalan Darmokali.

Editorial Team