Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polisi Panggil Empat Saksi Usai Ambruknya Atap SDN Gentong Pasuruan

Kota Pasuruan
Polisi Panggil Empat Saksi Usai Ambruknya Atap SDN Gentong Pasuruan
SDN Gentong Pasuruan yang ambruk. Dok. BPBD Jatim
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pihak kepolisian telah memanggil empat saksi yang bakal digali keterangannya terkait ambruknya atap SDN Gentong di Pasuruan yang menewaskan dua siswa dan 11 orang luka-luka pada Rabu (6/11) kemarin. Para saksi terdiri dari dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan dua pelaksana pembangunan.

  1. 1. Berikut identitas para saksi

    Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. IDN Times/Axel Jo Harianja
    Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. IDN Times/Axel Jo Harianja

    Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Frans Barung Mangera, mereka yang dipanggil sebagai saksi adalah RT (43) selaku pegawai negeri sipil di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan dengan kapasitas sebagai PPK.

    “Kemudian saudara LS (38) selaku Direktur CV Andalus yang mengerjakan. Kemudian SSM (40) selaku DIrektur CV DHL Putra, pekerja yang sama untuk objek sekolah. Yang keempat saudara MR, PNS RSUD Dr R Soedarsono selaku PPK pada DInas Pendidikan Kota Pasuruan,” papar Barung di Mapolda Jatim, Kamis (7/11).

  2. 2. Penyelidikan dilengkapi dengan hasil forensik

    SDN Gentong yang Ambruk. Dok IDN Times/Istimewa
    SDN Gentong yang Ambruk. Dok IDN Times/Istimewa

    Setelah menggali keterangan dari keempat saksi, polisi juga masih menunggu hasil forensik di tempat kejadian perkara.

    “Kami minta hari ini keterangannya dan kami tunggu updatenya ya, karena laboratorium forensik kami hasil sudah keluar. Nanti akan kami combine,” tambah Barung.

  3. 3. Belum ada yang ditetapkan tersangka

    SDN Gentong Pasuruan yang ambruk. Dok. BPBD Jatim
    SDN Gentong Pasuruan yang ambruk. Dok. BPBD Jatim

    Ketika ditanya apakah kepolisian akan segera menetapkan tersangka, Barung enggan menjawab lebih lanjut. Namun, dia mengklarifikasi bahwa proyek pembenahan SD tersebut dilaksanakan pada tahun 2012.

    “Saya koreksi bahwa ini proyek tahun 2012 bukan 2017,” tutup dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More