Comscore Tracker

Pemkot Surabaya Larang Restoran Hingga Supermarket Pakai Plastik

Yuk berlaih ke wadah ramah lingkungan

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terbitkan surat edaran imbauan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai yang ditujukan kepada pelaku usaha makanan-minuman dan tempat perbelanjaan di Surabaya. Usai menerbitkan surat edaran tersebut, Pemkot Surabaya juga melakukan sosialisasi kepada beberapa pelaku usaha.

1. Pemkot keluarkan imbauan larangan penggunaan pembungkus plastik

Pemkot Surabaya Larang Restoran Hingga Supermarket Pakai PlastikDok.IDN Times/Istimewa

Berdasarkan siaran pers, imbauan tersebut didasari oleh Perda Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Perda Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Kota Surabaya dan upaya pengendalian sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Eko Agus Supiandi menjelaskan bahwa surat imbauan ini mulai disebar dan disosialisasikan ke beberapa pelaku usaha di Surabaya. Hal ini sebagai upaya Pemkot Surabaya dalam mewujudkan program gerakan Surabaya Zero Waste (bebas sampah).
 
“Hari ini mulai kita sebar ke beberapa tempat, seperti mal, restoran, serta pusat-pusat perbelanjaan yang banyak menggunakan plastik, demikian juga di pasar-pasar tradisional,” ujar Eko melalui siaran pers yang diterima IDN Times, Kamis (15/8).

2. Sampah plastik berbahaya bagi lingkungan

Pemkot Surabaya Larang Restoran Hingga Supermarket Pakai PlastikDok.IDN Times/Istimewa

Dalam sosialisasinya, Eko menjelaskan dampak dari penggunaan kantong plastik yang berbahaya bagi kesehatan terutama bila digunakan sebagai pembungkus makanan. Disamping itu, plastik juga tergolong bahan yang lama terurai.

“Sampah plastik itu bisa sampai 500 tahun baru terurai dan pastinya juga berbahaya apabila dipakai pembungkus makanan,” tuturnya

3. Butuh dukungan pelaku usaha

Pemkot Surabaya Larang Restoran Hingga Supermarket Pakai PlastikDok.IDN Times/Istimewa

Melalui surat edaran wali kota dan sosialisasi tersebut, Eko pun berharap masyarakat lebih peka tentang bahaya penggunaan plastik dan mulai mengurangi penggunaan plastik di kehidupan sehari-hari. Namun, untuk mewujudkan hal itu, Eko merasa perlu adanya dukungan dari para pelaku usaha serta masyarakat dengan mulai membiasakan diri membawa kantong belanja non plastik.

“Harapannya, masyarakat sudah mulai membiasakan diri ketika belanja membawa kantong sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Belenggu Sampah Impor, Sulap Tropodo Jadi Desa Asap

4. Sudah disosialisasikan di sekolah

Pemkot Surabaya Larang Restoran Hingga Supermarket Pakai PlastikDok.IDN Times/Istimewa

Sebelumnya, Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) juga sudah melakukan sosialisasi serupa kepada para pelajar untuk mengganti kemasan plastik dengan cara membawa tumbler ke sekolah. Dengan begitu pembiasaan mengurangi penggunaan plastik dapat dimulai sejak dini.

“Kalau sekolah kita mulai awal sudah, tinggal sekarang tempat-tempat perbelanjaan,” ungkapnya.

https://www.youtube.com/embed/iyo1Z_-KcZE

Baca Juga: Sampah Impor Desa Bangun, Berkah di Antara Mara Bahaya

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Just For You