Monumen Perjuangan Batalyon Sikatan di Tulungagung Terancam Tergusur

Tulungagung,-IDN Times - Sebuah monumen perjuangan di Kabupaten Tulungagung, terimbas rencana pembangunan Jembatan Ngujang. Monumen yang dibangun untuk mengenang perjuangan Batalyon Sikatan ini, terancam digusur. Rencananya monumen ini akan dipindahkan ke lokasi lain. Meskipun begitu, belum diketahui pasti tempat pemindahan monumen perjuangan tersebut.
1. Pihak pemegang proyek jembatan telah berkoordinasi dengan Kodam V Brawijaya
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Dwi Hary Prasetya mengatakan pelaksana pembangunan Jembatan Ngujang ini adalan pihak Balai Besar Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur. Monumen Batalyon Sikatan tersebut berada di sisi utara jembatan dan dipastikan akan dipindahkan. Pemindahan tersebut sudah dikoordinasikan dengan Kodam V Brawijaya.
"Sudah ada koordinasi dengan Kodam V Brawijaya untuk pergeseran monumen," ujarnya, Selasa (16/08/2022).
Baca Juga: 5 Pesona Pantai Popoh, Wisata Favorit di Tulungagung
2. Tembok komplek pemakaman tionghoa juga terimbas
Monumen tersebut rencananya akan digeser ke sebelah timur dari lokasi semula. Rencana penggeseran ini kemungkinan besar dilakukan sebelum proyek renovasi dan perbaikan jembatan tersebut dilakukan. Selain monumen batalyon Sikatan, bangunan lain yang terimbas adalah pagar komplek pemakaman Tionghoa.
"Untuk makam itu yang kena hanya pagarnya saja, dan sudah ada koordinasi dengan pengelola makam yang ada disana, sudah ndak ada masalah," tuturnya.
3. Kodim 0807 Tulungagung akan lakukan koordinasi
Sementara itu, Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Letkol Czi Nooris Agus Rinanto mengaku belum mengetahui perihal rencana pemindahan monumen ini. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait mengenai pemindahan monumen ini.
"Pada intinya kita selalu mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah, terkait rencana pemindahan monumen kita harapkan tidak menghilangkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan," pungkasnya.
4. Dibangun di lokasi pertempuran dengan Belanda
Monumen ini diresmikan pada 28 April 1986, oleh Ex Dan Mobat Sikatan Mayjen TNI R. Moch. Sabirin Mochtar. Monumen tersebut dibangun untuk mengenang perjuangan tentara yang tergabung dalam Batalyon Sikatan. Mereka bertempur melawan Belanda yang hendak menguasai lagi Indonesia. Lokasi yang digunakan untuk membangun monumen ini dulunya merupakan tempat berperang tentara Batalyon Sikatan dengan Belanda.
Baca Juga: Pria Paruh Baya Tewas di Eks Lokalisasi Ngujang Tulungagung
IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.