TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Tinjau Korban Gempa di Blitar, Khofifah Minta Renovasi Dipercepat

Pemulihan trauma anak korban gempa juga dilakukan

Rumah ambruk korban gempa bumi di Blitar. IDN TImes/ istimewa

Blitar, IDN Times - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau kondisi korban gempa di Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Dalam kunjungan ini, Khofifah meminta proses renovasi rumah bagi korban gempa dipercepat.

Khofifah juga meminta penerima bantuan diidentifikasi secara maksimal. TNI dan Polri akan dikerahkan untuk mempercepat proses renovasi tersebut. Pihak Pemrov sendiri telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait penyaluran bantuan.

1. Proses identifikasi jenis kerusakan harus terbuka

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau kondisi pasca gempa di Blitar. IDN Times/ istimewa

Guna membantu penyaluran bantuan tepat sasaran, Khofifah meminta dilakukan identifikasi yang kemudian diumumkan ke publik. Harapannya, korban yang terdata bisa mengelompokan diri sesuai kategori kerusakan yang dirasakan. Bila ada kekeliruan kategori kerusakan, warga terdampak gempa bisa segera mengajukan perubahan. Nantinya, hasil identifikasi itu dipasang di Balai Desa, RW dan RT agar dapat dipantau secara langsung. "Bahwa untuk rumah yang rusak kategori berat akan mendapat stimulan bantuan Rp50 juta diluar ongkos pengerjaannya. Yang rusak sedang Rp24 juta dan ringan Rp10 juta," ujarnya, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga: Kantor DPRD hingga Rumah Sakit di Blitar Rusak karena Gempa

2. Pulihkan trauma anak korban gempa

Proses penyembuhan traumatis anak korban gempa bumi. IDN Times/ istimewa

Menurut Khofifah, Blitar menjadi wilayah terdampak gempa paling ringan dibanding Lumajang dan Malang Raya. Tak hanya rumah warga dan fasilitas umum maupun khusus, Pemprov Jawa Timur turut memberikan penyembuhan traumatis bagi warga pascagempa berkekuatan 6,1 Magnitudo itu. Pemulihan kondisi psikis ini telah dilakukan Malang dan Lumajang kendati jumlah titik yang ditargetkan belum tercapai.

Pemulihan kondisi psikis ini difokuskan bagi anak-anak, korban gempa. "Anak-anak terutama tidak boleh merasa traumatik. Oleh karena itu kita lakukan psyco social teraphy. Format yang dilihat sudah dilakukan di Malang dan Lumajang," terangnya.

Baca Juga: Warga Blitar Ditakuti Pocong, Ternyata Ulah Remaja Bikin Konten Prank

Berita Terkini Lainnya