TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Fakta-Fakta Trafficking 19 Perempuan di Pasuruan

4 korban masih pelajar, ditipu jadi pemandu lagu

Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim rilis ungkap kasus penyekapan 19 wanita. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Surabaya, IDN Times - Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Ruko Gempol City dan Perumahan Pesanggrahan, Pasuruan. Korbannya mencapai belasan orang. Sementara tersangkanya ada lima orang. Sejumlah fakta-fakta pun diungkap polisi.

Baca Juga: 19 Wanita Disekap di Ruko Gempol, Dijadikan PSK di Tretes 

1. Tersangka sepasang kekasih tawarkan kerjaan pemandu lagu lewat medsos

Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim rilis ungkap kasus penyekapan 19 wanita. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Hendra Eko Triyulianto mengungkap, lima tersangka punya peran berbeda-beda. Dimas Galih (39) dan Rose Nur Afni (30) yang merupakan sepasang kekasih, sebagai pemilik warkop sekaligus pengelola wisma.

"Keduanya papi-maminya. Juga yang membuka rekrutmen (lowongan kerja) pemandu lagu di media sosial," ujarnya saat di Mapolda Jatim, Senin (21/11/2022).

Kemudian ada yang membantu keduanya yakni Eko (26) sebagai kasir warung kopi, Agus (31) sebagai kasir wisma dan Adi (42) sebagai penjaga warkop. "Untuk para tersangka sudah beroperasi selama satu tahun," kata Hendra.

2. Korbannya capai 19 wanita, 4 masih pelajar yang diperkerjakan sebagai PSK

Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim rilis ungkap kasus penyekapan 19 wanita. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Selama beroperasi, para tersangka sudah merekrut 19 wanita. Empat di antaranya pelajar yang merupakan anak-anak masih di bawah umur. Para korban ini berasal dari tiga provinsi. Mulai dari Jakarta, Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim).

"Terbanyak Jatim)," ucap Hendra.

Mereka mulanya dijanjikan sebagai pemandu lagu saja. Dengan imbalan Rp10 juta - Rp30 juta dalam sebulan. Tapi, malah diperkerjakan sebagai pekerja seks komersial yang dibandrol Rp500 ribu -  Rp800 ribu oleh pelaku.

"Pelaku mengambil keuntungan Rp300 ribu - Rp400 ribu," ungkap Hendra.

3. Korban di bawah umur ditangani Dinsos Jatim

Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim rilis ungkap kasus penyekapan 19 wanita. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Lebih lanjut, seluruh korban langsung diberi perlindungan sekaligus tes kesehatan. Sebanyak 15 korban yang dinyatakan sehat, telah dipulangkan ke kota/kabupaten asalnya. Sementara empat korban yang masih anak-anak ditangani Dinas Sosial (Dinsos) Jatim.

"Korban di bawah umur statusnya pelajar. Untuk sekarang 4 orang kami titipkan ke Dinsos Jatim," kata Hendra.

Baca Juga: Kejamnya Human Trafficking: Harga 20 TKW Setara 1 Unit Mobil Xenia!

Berita Terkini Lainnya