Tak Hanya Penyembelihan, RPH Malang Akan Miliki Teknologi Pengemasan

RPH Kota Malang akan masuk menjadi bagian Perumda Tunas

Malang, IDN Times - Wali Kota Malang, Sutiaji melakukan sidak ke beberapa BUMD di Kota Malang, Rabu (22/5). Beberapa BUMD yang disidak adalah BPR Tugu Artha serta Rumah Potong Hewan (RPH). Pada saat melakukan sidak di RPH Gadang, Sutiaji juga sempat memeriksa fasilitas yang ada di RPH. 

Baca Juga: Pemkot Malang Tak Miliki Mekanisme Pemberian THR Pegawai Honorer

1. RPH miliki potensi lebih dari sekadar rumah potong hewan

Tak Hanya Penyembelihan, RPH Malang Akan Miliki Teknologi PengemasanIDN Times/ Alfi Ramadana

Selama ini, RPH tersebut tak banyak mengalami perkembangan. Pasalnya kegiatan yang dilakukan sehari-hari hanya berkutat pada penyembelihan hewan saja. Untuk itu, usai berkeliling melihat fasilitas yang ada, Sutiaji menyampaikan bahwa ada banyak potensi yang bisa dimaksimalkan dari RPH tersebut. 

"Tanpa menunggu Perda sebenarnya banyak yang bisa dikembangkan. Kalau saat ini pengembangan lebih kepada packaging daging dalam kemasan supermic. Itu menjadi awal untuk pengembangan RPH," ucapnya Rabu (22/5/2019). 

2. Kembangkan untuk olahan daging

Tak Hanya Penyembelihan, RPH Malang Akan Miliki Teknologi PengemasanIDN Times/ Alfi Ramadana

Selain packaging daging yang lebih baik, pihak RPH juga tengah mengembangkan olahan lain untuk daging. Sehingha RPH tidak hanya berkutat pada pemotongan hewan namun juga sudah bisa mengembangkan diri dengan varian usaha yang bisa lebih menguntungkan. 

"Saya sangat menyambut baik dengan adanya kemasan daging Supermic serta produk lain seperti pentol bakso. Saya minta produk tersebut segera diberi nama agar hak intelektualnya bisa segera dimiliki," tambahnya. 

3. Buka peluang kerjasama dengan retail modern

Tak Hanya Penyembelihan, RPH Malang Akan Miliki Teknologi PengemasanIDN Times/ Alfi Ramadana

Lebih jauh, Sutiaji juga tak menutup kemungkinan untuk pengembangan usaha lebih jauh. Salah satunya adalah menjalin kerjasama dengan retail modern. Saat ini pihaknya tengah melakukan penjajakan untuk kerjasama dengan salah satu retail modern. 

"Saya sudah ketemu dengan manajer owner dari salah satu retail modern se Jawa-Bali. Mereka membuka peluang dan siap untuk bekerjasama," paparnya. 

4. Jasa potong hewan tak terlalu menguntungkan

Tak Hanya Penyembelihan, RPH Malang Akan Miliki Teknologi PengemasanIDN Times/ Alfi Ramadana

Di sisi lain, Sutiaji menyebut bahwa sata ini kalau hanya mengandalkan hasil dari potong hewan sudah tak menguntungkan. Pasalnya biaya potong hewan hanya Rp55 ribu penyembelihan satu ekor. Sementara untuk perhari, RPH milik Pemkot Malang tersebut hanya sanggup menyembelih 30 hingga 40 ekor saja. 

"Kalau hanya segitu ya tinggal ngalikan saja. Hasilnya tidak banyak, untuk operasional dan perawatan saja tidak cukup. Maka dari itu, untuk jasa penyembelihan kami haris mendata jagal yang ada di kota Malang dan menyampaikan ini. Nantinya kami menargetkan per hari RPH bisa menyembelih 100 ekor," tandasnya. 

Baca Juga: Mendikbud Nilai PPDB di Kota Malang Sudah Sesuai  Peraturan Menteri

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya