Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Operasional Trans Jatim Malang Raya Dongkrak Penumpang Angkot

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Bus Trans Jatim Koridor VI di Mojokerto. Dok. Pemprov Jatim.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Bus Trans Jatim Koridor VI di Mojokerto. Dok. Pemprov Jatim.
Intinya sih...
  • Operasional Bus Trans Jatim koridor Malang Raya meningkatkan mobilitas penumpang di Terminal Kota Batu.
  • Sopir angkot melaporkan peningkatan jumlah penumpang yang turun dari Trans Jatim dan sambung angkot, terutama tujuan wisata.
  • Kehadiran Trans Jatim diharapkan menjadi pengumpan penumpang menuju moda lanjutan dan memperkuat transportasi publik serta sektor pariwisata di Kota Batu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Operasional Bus Trans Jatim koridor Malang Raya mulai menunjukkan dampak pada peningkatan aktivitas di Terminal Kota Batu. Sejak layanan ini berjalan, mobilitas penumpang tercatat meningkat dan turut mendorong kenaikan jumlah pengguna angkot di kawasan tersebut.

Koordinator Sopir Angkot Jalur Batu–Landungsari, Aro Sujarwo, mengatakan banyak penumpang Trans Jatim yang melanjutkan perjalanan dengan angkot tujuan kawasan wisata seperti Songgoriti dan Selecta.

"Cukup signifikan naiknya. Banyak yang turun dari Trans Jatim langsung sambung angkot, terutama tujuan wisata,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).

Aro menyebut kekhawatiran sopir angkot soal penurunan pendapatan tidak terbukti. Bahkan, minat sopir angkot untuk bergabung sebagai kru Trans Jatim meningkat, meski kuota telah penuh. “Kalau nanti dibuka lagi, mereka siap daftar,” katanya.

Staf Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Tio Alam Firmansyah, menuturkan kondisi di lapangan menunjukkan adanya sinergi antara Trans Jatim dan angkutan kota. Menurutnya, akhir pekan lalu angkot justru terpantau ramai mengangkut rombongan wisatawan.

"Weekend kemarin angkot-angkot padat. Jadi malah saling menghidupkan,” kata Tio.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menegaskan kehadiran Trans Jatim dirancang untuk menjadi pengumpan penumpang menuju moda lanjutan, bukan sebaliknya.

"Trans Jatim itu ibarat pipa besar. Kalau pipa besar mengalir, pipa kecil ikut terisi. Feeder seperti angkot akan tetap mendapatkan aliran penumpang,” jelasnya.

Pemprov Jatim optimistis integrasi layanan Trans Jatim dan angkutan kota dapat memperkuat transportasi publik sekaligus mendorong sektor pariwisata di Kota Batu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Pemkot Surabaya Ancam Hukum Pengunggah Video Lama ASN Diduga Judol

30 Nov 2025, 08:51 WIBNews